KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp1,02 triliun.
Mengutip keterbukaan informasi yang dirilis Minggu (9/8/2026), MKNT akan menerbitkan sebanyak 1,02 triliun saham baru seri B dengan nilai nominal Rp1 per saham. Aksi korporasi ini ditujukan untuk memperbaiki struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi usaha perseroan.
Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi menyampaikan, langkah ini diharapkan dapat memperkuat kondisi keuangan perusahaan. “Pelaksanaan PMTHMETD ini diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan perseroan serta mendukung keberlangsungan usaha,” ujarnya dalam keterbukaan informasi.
Gelar Private Placement, Mitra Telekomunikasi (MKNT) Bakal Punya Pengendali Baru
Melalui skema tersebut, MKNT akan melakukan konversi utang serta menerima tambahan modal tunai. Dana hasil aksi korporasi juga akan digunakan untuk mengakuisisi dua perusahaan baru sebagai bagian dari strategi diversifikasi.
MKNT berencana mengambil alih 99,99% saham PT Citra Baru Steel (CBS) senilai Rp668 miliar. Selain itu, perseroan juga akan mengakuisisi 99,99% saham PT Radja Udang Malingping (RUM) dengan nilai Rp156,49 miliar.
Langkah ini menandai transformasi bisnis MKNT yang sebelumnya berfokus pada distribusi produk telekomunikasi, menjadi perusahaan induk dengan ekspansi ke sektor baja dan akuakultur.
Dari sisi keuangan, kondisi MKNT saat ini masih menghadapi tekanan. Per 31 Maret 2026, perseroan mencatatkan ekuitas negatif sebesar Rp9,13 miliar serta modal kerja bersih negatif Rp831,92 miliar.
Mitra Komunikasi (MKNT) Berencana Gelar Private Placement Sebanyak 1,02 Miliar Saham
Rasio liabilitas terhadap total aset juga tercatat mencapai 101,11%, melampaui batas ideal. Oleh karena itu, masuknya modal baru melalui skema ini diharapkan dapat memulihkan kesehatan finansial perseroan.
Seiring dengan perubahan arah bisnis, MKNT juga mengusulkan perubahan nama menjadi PT Remitra Global International Tbk guna mencerminkan cakupan usaha yang lebih luas.
Perseroan juga mengungkapkan adanya lima investor independen yang berkomitmen menyetor modal tunai dengan total nilai Rp200 miliar.
Pasca aksi korporasi ini, struktur pengendalian MKNT akan berubah. PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH) akan menjadi pengendali baru dengan kepemilikan sekitar 64,85% saham.
Seluruh rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus 2026.
MKNT Bakal Ganti Nama dan Pengendali, Serta Private Placement Capai 1 Triliun Saham




