Saham GIAA naik 33%, ada aksi korporasi yang disiapkan Garuda Indonesia

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ditutup naik 33,33% di level Rp 72 per saham pada Senin (10/8/2026). Kenaikan harga saham tersebut sejalan dengan kinerja kuartal I-2026 Garuda Indonesia. 

Advertisements

Perusahaan ini dalam keterbukaan informasi mengaku belum merilis laporan keuangan semester I-2026 karena tengah mempersiapkan dan mengkaji sejumlah aksi korporasi yang akan dilakukan di tahun ini.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah tindak lanjut atas rencana inbreng atau penyertaan modal dalam bentuk aset berupa lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia kepada anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Advertisements

Harga Saham GIAA Melejit 33%, GMFI Lakukan Kuasi Reorganisasi Jadi Rp 19

Sejatinya hingga kuartal I-2026, kinerja GIAA menunjukkan perbaikan pada awal 2026. Hingga kuartal I 2026, Garuda Indonesia Group berhasil memangkas rugi bersih konsolidasi hingga 45,2% secara tahunan.

Berdasarkan materi presentasi perusahaan, rugi bersih Garuda Indonesia Group pada kuartal I 2026 tercatat sebesar US$ 41,6 juta. Angka tersebut menyusut signifikan dibandingkan rugi bersih US$ 75,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha. Pada kuartal I 2026, pendapatan Garuda Indonesia Group mencapai US$ 762,4 juta, tumbuh 5,4% secara year on year (yoy) dari US$ 723,6 juta pada kuartal I 2025.

Kontributor terbesar berasal dari segmen penerbangan berjadwal yang membukukan pendapatan US$ 648,1 juta, naik 7,4% YoY dan menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan grup. Sementara itu, segmen kargo mencatatkan pendapatan sebesar US$ 39,6 juta.

Pertumbuhan pendapatan yang dibarengi dengan pengendalian biaya turut mendorong perbaikan profitabilitas. Laba operasional atau EBIT Garuda Indonesia Group melonjak 47,2% YoY menjadi US$ 46,5 juta, dari US$31,6 juta pada kuartal I 2025.

EBITDA juga meningkat 7% YoY menjadi US$ 210,4 juta. Perbaikan kinerja Garuda Indonesia tidak terlepas dari pemulihan jumlah armada yang siap beroperasi. Sepanjang setahun terakhir, perseroan berhasil menambah enam pesawat serviceable aircraft, sehingga jumlah armada yang siap terbang mencapai 102 unit.

Saham Garuda (GIAA) Melejit, Begini Cara Hadapi Harga Avtur & Konsolidasi Pelita Air

Jumlah tersebut terdiri dari 60 pesawat Garuda Indonesia dan 42 pesawat Citilink. Bertambahnya armada yang siap beroperasi turut meningkatkan kapasitas dan frekuensi penerbangan.

Pada kuartal I 2026, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia Group mencapai 38.675 penerbangan, naik 5,87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan kapasitas tersebut kemudian diikuti peningkatan jumlah penumpang. Garuda Indonesia Group mengangkut 5,42 juta penumpang pada kuartal I 2026, naik 6,76% YoY dari 5,08 juta penumpang.

Kinerja tersebut juga ditopang oleh passenger yield yang tetap positif sebesar 7,56 US cents, tumbuh 2,49% YoY. Sementara itu, Seat Load Factor (SLF) masih terjaga di level 78,07%.

Selain meningkatkan pendapatan, Garuda Indonesia juga berhasil menekan beban operasional. Total beban usaha grup turun 0,7% YoY menjadi US$ 713,2 juta pada kuartal I 2026.

Penurunan beban terutama berasal dari biaya bahan bakar dan pemeliharaan pesawat. Beban bahan bakar turun 3,7% YoY menjadi US$ 224,7 juta. Sementara itu, biaya pemeliharaan dan perbaikan (maintenance) menyusut 9,1% YoY menjadi US$ 48,6 juta.

Penurunan beban yang terjadi ketika pendapatan tumbuh membuat margin operasional perseroan semakin membaik.

Dari sisi keandalan operasional, tingkat ketepatan waktu penerbangan atau On-Time Performance (OTP) juga meningkat. OTP Garuda Indonesia Group mencapai 91,01%, naik 3,08 percentage points dibandingkan 87,93% pada kuartal I 2025.

Bahkan, selama periode puncak arus mudik Lebaran 2026, OTP Garuda Indonesia sempat mencapai 92,08%.

Garuda Indonesia juga masih melanjutkan pengembangan armada sepanjang 2026. Hingga akhir Maret 2026, total armada Garuda Indonesia Group mencapai 142 unit, terdiri dari 78 pesawat Garuda Indonesia dan 64 pesawat Citilink.

Garuda Indonesia (GIAA) Beberkan Perkembangan Rencana Konsolidasi dengan Pelita Air

Pada kuartal II 2026, Garuda Indonesia menjadwalkan penerimaan empat unit Boeing 737-800. Selain itu, dua unit Boeing 737-8 direncanakan tiba pada akhir tahun.

Penambahan armada tersebut akan berjalan beriringan dengan rencana redelivery serta phase-out pesawat-pesawat yang lebih tua secara bertahap.

Advertisements

Also Read

Tags