BANYU POS – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mematangkan persiapan operasional Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi membeberkan, persiapan operasional Bursa Mineral dan Komoditas Strategis saat ini dilakukan secara intensif bersama sejumlah pihak, termasuk Danantara dan pihak terkait lainnya.
“Kita sudah meeting secara maraton. Saya merasa persiapan ini sangat luar biasa oleh OJK, kemudian BIMS yang Prof. Bryan, kemudian Danantara juga. Sinerginya sangat luar biasa,” ujar wanita yang akrab disapa Kiki usai konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027, Jumat (14/8/2026).
OJK Dorong Integrasi SRUK dan IDXCarbon untuk Perkuat Pasar Karbon RI
Kiki bilang sejumlah mineral dan komoditas yang bakal masuk ke dalam BMKS pun telah ditetapkan. Namun, ia tak membeberkan rinciannya karena OJK masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar lebih lanjut terkait penyelenggaraan bursa tersebut.
Di luar itu, ia mengaku pihaknya juga telah mempersiapkan struktur pendukung BMKS, mulai dari pihak yang akan menjadi penyelenggara bursa, lembaga kliring, hingga lembaga penyimpanan dan penyelesaian yang menjalankan fungsi seperti KSEI di pasar modal.
Tak cuma infrastruktur pasar, Kiki bilang pihaknya juga menaruh perhatian besar pada kesiapan ekosistem BMKS. Pasalnya, operasional bursa mineral dan komoditas strategis tak cuma membutuhkan sistem perdagangan, tetapi juga infrastruktur fisik untuk memastikan komoditas yang diperdagangkan benar-benar tersedia dan memenuhi standar.
Ekosistem tersebut, lanjut Kiki, antara lain mencakup sistem pergudangan, pengecekan kualitas, serta mekanisme untuk memastikan keberadaan fisik komoditas.
“Ekosistemnya itu harus sudah siap, kan itu nanti seperti sistem pergudangannya, terus mengecek kualitasnya, terus ada barangnya ada benar atau enggak, itu semua nanti disiapkan,” ujarnya.
Bahkan, kata Kiki, simulasi sistem bursa BMKS telah dilakukan. Sistem tersebut nantinya juga bakal didukung teknologi untuk memantau pergerakan komoditas, termasuk mobilitas kendaraan pengangkut komoditas hingga aktivitas di gudang penyimpanan.
Wall Street Mixed, Investor Cermati Ketegangan Timur Tengah dan Rilis Data Ekonomi
Lebih lanjut Kiki menjelaskan, BMKS nantinya bakal mencakup berbagai komoditas serta mineral strategis yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk logam.
Makanya, kesiapan ekosistem menjadi salah satu faktor penting agar pelaksanaan BMKS dapat berjalan sesuai tujuan. Mengingat, BMKS ini diharapkan dapat memperbaiki mekanisme perdagangan komoditas strategis Indonesia sekaligus memberikan transparansi terhadap harga dan transaksi.
Pemerintah mengharapkan keberadaan BMKS ini dapat menjadi acuan harga mineral dan komoditas strategis di dalam negeri. Hal tersebut juga diharapkan dapat mengurangi praktik seperti transfer pricing dan underinvoicing.
Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil mineral dan komoditas strategis dunia. Keberadaan bursa yang mampu menciptakan transparansi perdagangan dinilai penting agar manfaat kekayaan komoditas tersebut dapat lebih dirasakan masyarakat.
Friderica menegaskan bahwa BMKS ditargetkan langsung beroperasi pada 1 Januari 2027. Dari OJK sendiri menargetkan rancangan POJK terkait dapat rampung selambatnya 17 September 2026.




