Danantara bidik modal dari Dubai, family office jadi penopang utama PFII

Hikma Lia

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia tenggah mencari modal potensial untuk Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dari berbagai negara. Meskipun begitu, modal terbesar untuk mendukung PFII diproyeksikan masih berasal dari family office.

Advertisements

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, potensi modal terbesar datang dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ia mengaku banyak mendapatkan masukan dari The Dubai International Financial Centre (DIFC) atau Pusat Keuangan Internasional Dubai. Menurutnya, Dubai punya fondasi finansial yang bagus.  

Selain itu, pihaknya juga gencar mencari investor baru. Dan baru-baru ini ia bertemu family office dari Asia.

Advertisements

“Karena yang kami temui itu baru family office yang dari Asia dulu, belum Eropa, belum Timur Tengah. Yang besar tuh banyak dari Dubai, mereka justru ingin kemungkinan juga ada di kami gitu,” kata Rosan seusai Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN TA 2027 di Jakarta, Jumat (14/8). 

Dia menuturkan, PFII untuk tahap awal akan berlokasi di Jakarta. Hal itu sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, PFII juga direncanakan hadir di Bali. 

Namun, ia mengaku pembangunan di Bali membutuhkan waktu lebih panjang, terutama untuk menyiapkan infrastruktur, gedung, dan fasilitas pendukung lainnya. Menurut Rosan, para investor justru tertarik PFII berada di Bali. Pasalnya, konsep international center di Bali memiliki daya tarik tersendiri.

“Tapi ini kalau di Bali mereka bilang ini ada plus-nya, jadi begitu kerja mereka juga bisa meningkatkan pariwisata di Bali, karena mereka punya spending power yang cukup besar kan rata-rata gitu,” ucap Rosan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana lokasi PFII yang bakal menjadi pusat keuangan dan investasi berstandar internasional. Prabowo menyebut Jakarta sebagai lokasi awal PFII, dengan pengembangan selanjutnya di Bali. 

“Hari ini saya umumkan rencana lokasi Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia, disingkat PFII. Kita telah tentukan lokasi sementara PFII di Jakarta, dan begitu bisa kita buka juga di Bali,” kata Prabowo dalam pidato penyampaian RUU APBN, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo mengatakan, PFII dirancang menjadi wajah baru Jakarta dan Bali sebagai pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, serta penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia.

Dari sisi kelembagaan, PFII akan memiliki sejumlah institusi, yakni Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola PFII, Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII, Pengadilan PFII di bawah Mahkamah Agung, serta Lembaga Arbitrase PFII.

Menurut Prabowo, pembangunan PFII diarahkan untuk menciptakan kepastian bagi modal global sekaligus menarik talenta internasional agar beraktivitas di Indonesia. 

“Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia, talenta terbaik bekerja di Indonesia, dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia,” ujar kepala negara. 

Advertisements

Also Read

Tags