Standard Chartered ramal Bitcoin tembus US$100.000 akhir 2026

Hikma Lia

​KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga Bitcoin berpeluang kembali menguat menuju level US$100.000 pada akhir 2026.

Advertisements

Analis Standard Chartered Geoff Kendrick menilai, membaiknya kondisi likuiditas setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) meningkatkan dukungan terhadap pasar obligasi dapat menjadi katalis positif bagi aset kripto tersebut.

BI Perkuat Instrumen Stabilitas, Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Kamis (20/8) Pagi

Advertisements

Dalam catatan kepada klien yang dikutip Cointelegraph, Kendrick menyebut US$65.500 sebagai level teknikal penting Bitcoin.

Jika harga mampu menembus level tersebut, kondisi itu berpotensi menjadi sinyal bahwa titik terendah siklus Bitcoin telah tercapai.

“Investor seharusnya mulai memposisikan diri untuk pergerakan menuju US$100.000 pada akhir 2026,” tulis Kendrick.

Menurut Kendrick, prospek Bitcoin tidak hanya ditopang oleh pola siklus empat tahunan aset kripto tersebut.

Ia juga menyoroti kebijakan terbaru Departemen Keuangan AS atau US Treasury yang meningkatkan dukungan likuiditas terhadap obligasi pemerintah bertenor panjang.

Departemen Keuangan AS pada Rabu (19/8) mengumumkan akan meningkatkan setidaknya dua kali lipat nilai maksimum program pembelian kembali atau buyback untuk surat utang pemerintah AS bertenor panjang.

Rupiah Spot Menguat 0,16% ke Rp 17.809 per Dolar AS pada Kamis (20/8) Pagi

Ukuran maksimum operasi buyback untuk surat utang tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun akan dinaikkan dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi. Program tersebut akan berlaku mulai 9 September hingga 4 November 2026.

Pengumuman tersebut mendorong penurunan imbal hasil atau yield obligasi Treasury bertenor panjang dan meredakan sebagian tekanan yang sebelumnya melanda pasar keuangan global akibat aksi jual obligasi.

Kendrick menilai, kebijakan tersebut menjadi katalis yang menguntungkan bagi Bitcoin.

“Pengumuman Treasury pada Rabu adalah persis jenis kebijakan yang disukai Bitcoin,” tulisnya.

Ia menilai Bitcoin secara historis cenderung mendapatkan keuntungan dari intervensi pemerintah yang meningkatkan likuiditas.

Selain itu, pasokan Bitcoin yang terbatas membuat aset tersebut dinilai lebih tahan terhadap risiko pelemahan nilai mata uang akibat ekspansi likuiditas.

IHSG Menguat pada Perdagangan Kamis (20/8) Pagi, AMMN, HRTA, DEWA Top Gainers LQ45

Bitcoin Kembali Menguat

Prospek tersebut mulai terlihat dari pergerakan harga Bitcoin. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin melonjak lebih dari 6% hingga mendekati US$69.000 pada perdagangan Rabu pagi waktu AS.

Level tersebut menjadi harga tertinggi Bitcoin sejak awal Juni 2026.

Kendrick sebelumnya juga menilai dinamika siklus empat tahunan Bitcoin mengindikasikan bahwa aset kripto tersebut semakin dekat dengan titik terendah siklus.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level US$65.500 dan momentum likuiditas terus membaik, Kendrick melihat peluang terbuka bagi Bitcoin untuk melanjutkan reli hingga US$100.000 pada akhir 2026.

Mengutip data CoinMarketCap pada Kamis (20/8/2026) pukul 10.43 WIB, harga Bitcoin berada di level US$69.059, atau menguat 7,40% dalam 24 jam terakhir.

Anak Usaha HOPE Kantongi Kontrak Tambang Nikel US$ 14 Juta

Advertisements

Also Read

Tags