BANYU POS JAKARTA. PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) melihat peluang pengembangan bisnis panas bumi di Indonesia masih terbuka lebar. FUTR membidik proyek geothermal Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah dengan kapasitas tahap awal 30 megawatt (MW).
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipaparkan dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 menunjukkan potensi panas bumi Indonesia mencapai 23.202,77 MW.
Namun, kapasitas panas bumi yang telah terpasang baru mencapai 2.776,39 MW atau sekitar 11,6% dari total potensi nasional. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 88,4% potensi panas bumi yang belum dikembangkan.
Yupi Indo (YUPI) Bagi Dividen Interim Rp 145,38 Miliar, Cek Jadwalnya
Direktur Utama Futura Energi Global Anggara Suryawan menyebut besarnya potensi tersebut menjadi peluang bagi FUTR untuk mengembangkan portofolio energi panas bumi secara bertahap. Salah satu proyek yang menjadi fokus perseroan adalah Baturaden.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan proses reaktivasi di kuartal IV-2026 dan pengembangan proyek berjalan dengan baik mulai dari kajian teknis, persiapan pengeboran, hingga tahapan pengembangan berikutnya,” ujar Anggara dalam acara IIGCE 2026, Rabu (19/8/2026).
Dia menjelaskan proyek geothermal Baturaden pada tahap pertama ditargetkan memiliki kapasitas pembangkit sebesar 30 MW. Adapun secara keseluruhan, proyek tersebut memiliki potensi kapasitas hingga 220 MW.
Untuk merealisasikan reaktivasi proyek tersebut, FUTR memperkirakan kebutuhan investasi sekitar US$ 120 juta. Anggara bilang FUTR akan menjalankan pengembangan proyek secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keekonomian.
“Kami ingin memastikan setiap tahapan pengembangan dilakukan secara terukur dengan memperhatikan aspek teknis, keekonomian, dan kebutuhan investasi,” katanya.
Selain mengembangkan proyek geothermal Baturaden, FUTR juga menyiapkan strategi pengembangan bisnis secara anorganik. FUTR tengah mengincar sejumlah proyek energi terbarukan lainnya, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan mini hydro.
Anggara bilang, rencana pengembangan proyek PLTS dan mini hydro tersebut saat ini masih berada dalam tahap due diligence. Alhasil, belum terdapat kepastian terkait proyek maupun kapasitas yang akan dikembangkan perseroan dari kedua segmen tersebut.
Pengembangan proyek Baturaden akan menjadi salah satu langkah FUTR dalam memperluas portofolio bisnis energi. Di mana, FUTR akan melanjutkan proses reaktivasi dan tahapan pengembangan proyek sesuai dengan kesiapan teknis serta kebutuhan investasinya.
BEI Siapkan Penghapusan Batas Minimum Harga Saham Rp50, Ini Rencana Barunya




