Kinerja JPFA melonjak di semester I-2026, berikut rekomendasi sahamnya

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan kinerja yang solid pada semester I-2026.

Advertisements

Penjualan tumbuh kuat dan laba bersih melonjak lebih dari dua kali lipat, membuka peluang bagi saham JPFA untuk kembali menarik perhatian investor.

Penjualan dan pendapatan usaha JPFA sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 35,36 triliun, tumbuh 28,7% secara tahunan atau year on year (yoy).

Advertisements

Pertumbuhan tersebut diikuti laba bersih sebesar Rp 2,48 triliun, melonjak 100,2% yoy dari Rp 1,24 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, penguatan kinerja JPFA terutama ditopang pertumbuhan penjualan dan pemulihan margin.

Intip Rekomendasi Saham dan Prospek Kinerja Emiten Unggas di Semester II-2026

Kondisi supply-demand industri unggas yang lebih sehat, harga ayam broiler dan day old chick (DOC) yang lebih baik, serta operating leverage turut menopang profitabilitas.

Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi katalis positif karena berpotensi meningkatkan permintaan ayam dan telur.

Namun, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengingatkan investor agar tidak mengaitkan lonjakan laba JPFA hanya dengan MBG.

Perbaikan kinerja lebih mencerminkan pemulihan siklus industri unggas dan kondisi harga (poultry pricing environment) yang lebih mendukung.

  JPFA Chart by TradingView  

“MBG lebih tepat dipandang sebagai katalis tambahan terhadap permintaan unggas, bukan pendorong utama lonjakan profitabilitas,” ujar Nafan.

Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek Emiten Bahan Baku

Dengan demikian, ruang pertumbuhan JPFA masih terbuka apabila harga broiler dan DOC tetap sehat serta pasokan unggas terkendali. Peningkatan konsumsi protein hewani domestik juga berpotensi menjaga permintaan ayam dan telur dalam jangka menengah.

Meski demikian, karakter industri unggas yang siklikal membuat investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko.

Pergerakan harga broiler dan DOC, biaya pakan, harga jagung dan soybean meal, serta potensi oversupply dapat memengaruhi margin JPFA.

Nafan menilai saham JPFA masih menarik selama fundamental dan margin perusahaan tetap terjaga. Namun, kenaikan laba yang sangat tinggi pada semester I-2026 juga membuat investor perlu mengantisipasi normalisasi margin.

Jika margin kembali ke level normal setelah lonjakan laba, ruang rerating saham JPFA berpotensi lebih terbatas.

IHSG Ada Peluang Rebound, Simak 6 Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas (20/8)

Sementara itu, Azis memberikan rekomendasi buy untuk saham JPFA dengan target harga Rp 3.140 per saham.

Rekomendasi tersebut mencerminkan pandangan bahwa pemulihan fundamental, kondisi harga unggas yang lebih sehat, serta prospek permintaan dapat menjadi penopang kinerja JPFA berikutnya.

Advertisements

Also Read

Tags