Performa luar biasa ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar modal dalam negeri menyaksikan lonjakan indeks yang cukup signifikan, memberikan angin segar bagi para pelaku pasar domestik. Namun, di balik kegemilangan tren kenaikan indeks tersebut, terdapat dinamika menarik yang terjadi pada aliran dana investor asing. Meskipun indeks acuan bergerak ke zona hijau, investor asing secara akumulatif justru terpantau masih membukukan aksi jual bersih atau net sell di seluruh pasar perdagangan saham.
Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia yang dihimpun melalui aplikasi RTI Business, Indeks Harga Saham Gabungan mencatatkan penguatan yang sangat meyakinkan sebesar 3,55% sepanjang pekan ini. Tren positif ini membawa IHSG mendarat dan ditutup pada level 6.525,69 pada akhir sesi perdagangan hari Jumat, tanggal 22 Agustus 2026. Angka penutupan ini mencerminkan optimisme pasar yang kuat di tengah berbagai sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga saham di tanah air.
Apabila melihat pergerakan harian yang terjadi di pertengahan pekan, tanda-tanda penguatan indeks sebenarnya sudah mulai terlihat sangat jelas. Sebagai referensi perbandingan, para pelaku pasar dapat menyimak pergerakan sebelumnya melalui laporan mengenai saham-saham pilihan yang banyak diborong oleh investor asing saat IHSG melesat tajam sebesar 1,68% hingga menyentuh level 6.501 pada perdagangan hari Rabu, tanggal 20 Agustus 2026.
Kenaikan signifikan yang dialami oleh IHSG sepanjang pekan ini tidak terlepas dari peran penting aliran dana asing yang mulai masuk secara selektif ke beberapa saham dengan kapitalisasi pasar besar atau big cap. Saham-saham yang masuk dalam kategori perbankan besar atau big banks menjadi motor penggerak utama sekaligus penopang indeks agar tetap stabil di jalur penguatan. Masuknya dana ke sektor perbankan ini memberikan dorongan psikologis yang positif bagi pasar secara keseluruhan.
Meskipun demikian, jika melihat data secara akumulatif selama satu pekan penuh, posisi investor asing ternyata belum sepenuhnya berbalik arah menjadi akumulasi beli. Sepanjang pekan ini, investor asing tercatat masih membukukan net sell atau penjualan bersih dengan nilai total mencapai Rp1,19 triliun di seluruh pasar perdagangan. Hal ini menunjukkan sebuah anomali yang menarik, di mana kenaikan tajam pada IHSG belum sepenuhnya mencerminkan perubahan posisi atau sentimen investor asing secara menyeluruh terhadap pasar saham Indonesia.
Kendati akumulasi mingguan menunjukkan posisi jual bersih, tekanan jual yang dilakukan oleh investor asing terlihat mulai mereda dan menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah menjelang akhir pekan. Pada hari perdagangan terakhir, yaitu Jumat, 22 Agustus 2026, investor asing justru berbalik arah dengan mencatatkan aksi beli bersih atau net buy yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp974,57 miliar di seluruh pasar perdagangan. Kehadiran aksi beli bersih di hari Jumat ini memberikan harapan baru bahwa tekanan jual asing mungkin akan segera berakhir pada pekan perdagangan berikutnya.
Selama periode kenaikan IHSG dalam sepekan terakhir, terdapat beberapa saham tertentu yang justru menjadi sasaran utama aksi jual oleh investor asing. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pergerakan dana ini, pelaku pasar juga dapat membandingkannya dengan informasi mengenai pergerakan indeks yang melesat 3,55% ke level 6.525 dalam sepekan terakhir, serta memeriksa daftar saham yang mencatatkan net buy terbesar oleh asing pada periode yang sama.
Di sisi lain, bagi investor yang ingin melakukan evaluasi portofolio dan memahami arah keluar aliran dana asing, berikut adalah rincian mendalam mengenai 10 saham dengan nilai penjualan bersih atau net sell terbesar oleh investor asing sepanjang pekan perdagangan terakhir:
1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Saham emiten yang bergerak di sektor petrokimia ini menjadi target utama pelepasan aset oleh investor asing sepanjang pekan ini. Berdasarkan data perdagangan, saham TPIA mencatatkan nilai net sell terbesar di antara seluruh saham yang ada di bursa, dengan total nilai penjualan bersih mencapai Rp652,01 miliar. Tekanan jual yang masif pada saham ini menempatkannya di posisi teratas daftar saham yang paling banyak dilepas asing.
2. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)
Berada di posisi kedua dalam daftar ini adalah saham BNBR. Perusahaan konglomerasi ini juga mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dari investor luar negeri. Sepanjang pekan perdagangan, investor asing mencatatkan nilai penjualan bersih sebesar Rp403,54 miliar pada saham Bakrie & Brothers, menjadikannya salah satu kontributor utama penyerapan dana keluar dari pasar domestik.
3. PT Indosat Tbk (ISAT)
Sektor telekomunikasi tampaknya tidak luput dari aksi ambil untung atau rebalancing portofolio oleh pemodal asing. Saham ISAT mencatatkan nilai net sell sebesar Rp391,64 miliar selama sepekan terakhir. Meskipun industri telekomunikasi memiliki prospek yang stabil, tekanan jual asing pada saham Indosat ini cukup terasa signifikan mempengaruhi pergerakan harganya di pasar.
4. PT Astra International Tbk (ASII)
Sebagai salah satu saham blue chip dan konglomerasi terbesar di Indonesia, saham ASII juga mengalami aksi lego oleh investor asing. Sepanjang pekan perdagangan yang diwarnai penguatan IHSG ini, investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp309,79 miliar pada saham Astra International. Hal ini menunjukkan bahwa saham berkapitalisasi besar pun tetap mengalami penyesuaian porsi kepemilikan oleh asing.
5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Emiten yang bergerak di sektor energi dan pertambangan ini menempati posisi kelima dalam daftar saham yang paling banyak dilepas asing. Saham CUAN mencatatkan nilai net sell sebesar Rp236,26 miliar sepanjang pekan ini. Fluktuasi di sektor komoditas dan energi tampaknya turut memengaruhi keputusan investor asing untuk mengurangi kepemilikan mereka pada saham ini.
6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Meskipun sektor perbankan besar secara umum menjadi penopang kenaikan indeks, saham BMRI justru mencatatkan net sell dari investor asing. Sepanjang pekan perdagangan, nilai penjualan bersih asing pada saham Bank Mandiri mencapai Rp200,72 miliar. Hal ini mengindikasikan adanya rotasi taktis atau distribusi sebagian kepemilikan asing di tengah penguatan harga saham perbankan.
7. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
Dari sektor industri barang konsumsi primer, khususnya subsektor pakan ternak dan perunggasan, saham CPIN turut mencatatkan aliran dana keluar. Investor asing membukukan nilai penjualan bersih sebesar Rp106,86 miliar pada saham Charoen Pokphand Indonesia sepanjang pekan ini, menunjukkan adanya sikap wait and see dari investor global terhadap sektor konsumer.
8. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Saham emiten energi baru terbarukan yang sempat menjadi perhatian pasar ini juga tidak luput dari aksi jual asing. Sepanjang pekan perdagangan terakhir, saham BREN mencatatkan nilai net sell sebesar Rp102,59 miliar. Tekanan jual ini menempatkan BREN di posisi kedelapan dalam daftar saham yang paling banyak dilepas asing.
9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
Senada dengan anak usahanya, induk usaha dari grup Barito ini juga mengalami tekanan jual dari pemodal asing. Saham BRPT mencatatkan nilai penjualan bersih sebesar Rp102,32 miliar selama sepekan terakhir. Aksi jual pada BRPT dan BREN secara bersamaan menunjukkan adanya kecenderungan pengurangan eksposur asing pada grup usaha ini untuk sementara waktu.
10. PT United Tractors Tbk (UNTR)
Menutup daftar sepuluh besar saham dengan net sell terbesar asing pekan ini adalah saham UNTR. Anak usaha dari grup Astra yang bergerak di bidang penyediaan alat berat dan pertambangan ini mencatatkan nilai penjualan bersih asing sebesar Rp93,07 miliar. Tekanan jual yang relatif terbatas ini menandai akhir dari daftar saham yang paling banyak dilego asing di tengah tren penguatan IHSG.




