BANYU POS JAKARTA. Industri kripto memasuki fase baru seiring makin eratnya hubungan antara aset digital, teknologi blockchain, dan sistem keuangan konvensional.
CEO Indodax William Sutanto menilai tokenisasi menjadi salah satu jembatan utama yang dapat menghubungkan kedua ekosistem tersebut.
Melalui tokenisasi, aset keuangan tradisional dapat direpresentasikan secara on-chain sehingga investor kripto dan institusi keuangan berpeluang bertransaksi dalam ekosistem yang sama.
“Batas antara traditional finance dan kripto menjadi semakin tipis,” ujar William dalam acara Coinfest Asia 2026, Minggu (23/8/2026).
Industri Kripto Sambut Revisi UU P2SK, Bittime Soroti Peluang Inovasi
Menurut William, perkembangan tersebut juga terlihat dari perubahan profil investor kripto.
Jika sebelumnya aset digital banyak dikaitkan dengan aktivitas spekulatif dan perdagangan jangka pendek, kini semakin banyak investor yang memahami karakter aset kripto secara lebih matang.
Di saat yang sama, institusi keuangan mulai melihat aset digital sebagai bagian dari pilihan investasi yang lebih luas. Kondisi ini membuka peluang bagi industri kripto untuk semakin terintegrasi dengan sistem keuangan mainstream.
Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan regulasi yang mampu memberikan perlindungan kepada konsumen sekaligus menjaga ruang inovasi.
William menilai industri kripto dan blockchain berkembang lebih cepat dibandingkan sistem keuangan tradisional sehingga aturan perlu mengikuti perkembangan teknologi tanpa menghambat produk dan layanan baru.
Keseimbangan regulasi dan inovasi juga dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku industri domestik.
Industri Kripto Dorong Fatwa MUI, Ini Kriteria Aset Kripto yang Halal
Platform lokal perlu memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar, terutama ketika harus bersaing dengan platform offshore yang memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menghadirkan inovasi.
Selain regulasi, likuiditas menjadi faktor penting dalam memperbesar pasar kripto domestik.
Salah satu tantangan industri adalah membuat perpindahan antara mata uang fiat dan aset kripto semakin mudah, sekaligus membangun infrastruktur serta pengalaman pengguna yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Stablecoin juga diperkirakan semakin berperan sebagai penghubung antara sistem keuangan konvensional dan ekonomi on-chain. Aset ini menawarkan jalur yang relatif lebih familiar bagi pengguna untuk masuk ke ekosistem aset digital.
“Yang paling penting ke depan adalah bagaimana kita membangun likuiditas, user experience (UX), dan infrastruktur yang semakin baik,” kata William.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi harus diikuti dengan upaya membuat ekosistem kripto lebih mudah diakses dan relevan bagi masyarakat luas.
Pengguna Kripto Tembus 22 Juta, Inovasi dan Regulasi Diharapkan Beriringan
Di sisi lain, William menilai prinsip dasar blockchain tetap berkaitan dengan kedaulatan pengguna atau sovereignty, terutama dalam memberikan kontrol yang lebih besar kepada individu atas aset yang dimilikinya.
Karena itu, edukasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan industri. Masyarakat tidak hanya perlu memahami potensi investasi aset kripto, tetapi juga cara kerja teknologi blockchain serta tanggung jawab dalam menggunakannya secara bijak.
Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/7872437/pelaku-industri-soroti-keseimbangan-regulasi-dan-inovasi-dalam-perkembangan-kripto?page=all&s=paging_new#goog_rewarded.




