Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut tiga kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi masuk dalam tahap penyelidikan. Ketiga kasus tersebut merupakan bagian dari 42 kasus pelanggaran karhutla yang sedang ditangani tim penegakan hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan.
“Dari tim Gakkum, saat ini di Indonesia ada 42 kasus pelanggaran karhutla, ada tiga kasus dari Jambi yang sedang ditangani tim dan kami sudah minta Kejati terus berkoordinasi untuk mengungkapkan kasus itu,” kata Raja Juli di Jambi, Selasa (25/8).
Raja Juli menegaskan pemerintah tidak akan pandang bulu dalam menegakkan hukum terhadap pelanggaran karhutla. Penegakan hukum tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut dari perintah dan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Gakkum Kementerian Kehutanan, menurut Raja Juli, akan menindak pihak yang terbukti melanggar ketentuan hukum, baik perorangan maupun perusahaan.
“Gakkum Kementerian Kehutanan tidak akan pandang pilih dalam menegakkan hukum terkait kasus karhutla di Tanah Air, termasuk di Jambi, baik perorangan maupun perusahaan untuk ditindak sesuai hukum berlaku,” ujarnya.
Pemerintah pusat juga meminta Pemerintah Provinsi Jambi terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menangani karhutla. Raja Juli meminta seluruh pemangku kepentingan meninggalkan ego sektoral dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kemarau Panjang Jadi Ancaman
Selain penegakan hukum, pemerintah mewaspadai kondisi cuaca pada 2026. Raja Juli menyebut musim kemarau tahun ini sangat intensif dan panjang, sebagaimana yang terjadi pada 2015.
Oleh karena itu, menurutnya, penanganan dan pencegahan karhutla perlu dilakukan secara serius dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kita perlu bersama-sama semua pihak baik dari Pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, Kejaksaan, BNPB, BNPD, BMKG, Kehutanan dan masyarakat peduli api dan pihak lainnya untuk bersama mengantisipasi karhutla tahun ini,” kata Raja Juli.
Di Jambi, titik api atau firespot masih ditemukan di tiga kabupaten, yakni Sarolangun, Batang Hari, dan Tebo.
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dan menangani karhutla di wilayah tersebut. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca yang akan dilakukan dalam waktu dekat di lokasi karhutla.
Selain itu, pemerintah akan menambah satu helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran di Jambi.
“Ada tambahan satu lagi helikopter water bombing untuk Jambi dalam waktu dekat. Helikopter itu segera digeser ke Jambi,” ujar Raja Juli.
Di tengah ancaman musim kemarau yang panjang, Raja Juli juga mengimbau masyarakat Jambi tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Dengan masih adanya titik api di sejumlah wilayah dan tiga kasus karhutla yang masuk tahap penyelidikan, pemerintah menegaskan penanganan karhutla di Jambi dilakukan melalui dua jalur sekaligus: penegakan hukum terhadap pelanggaran dan upaya pencegahan serta pemadaman di lapangan.




