BANYU POS JAKARTA. PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) memberikan tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perkembangan rencana transaksi akuisisi perusahaan target di bidang pengolahan gas alam serta proyeksi dampaknya terhadap kinerja emiten tersebut.
Sekretaris Perusahaan PT Oxala Energy International Tbk Haerul Maelani mengatakan, sampai dengan saat ini negosiasi mengenai skema akuisisi perusahaan target yang bergerak di bidang pengolahan gas alam masih terus berproses.
Jika seluruh proses transaksi dimaksud termasuk perolehan persetujuan dari kreditur perusahaan target berjalan lancar, diperkirakan laporan keuangan perusahaan target dapat mulai dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan PIPA pada tahun buku 2027.
Emtek (EMTK) Lepas Saham Abhimata Citra Abadi, Ini Alasan Dibalik Divestasi
Merujuk pada proyeksi keuangan perusahaan target, laba bersih PIPA akan mengalami peningkatan signifikan.
“Hal ini diharapkan akan memperbaiki rasio Price to Earnings Ratio (PER) dan rasio Price to Book Value (PBV) saham perusahaan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara signifikan setelah konsolidasi,” ungkap Haerul dalam keterbukaan informasi, Rabu (26/8/2026).
Secara keseluruhan, rencana akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat kesinambungan ekspansi bisnis PIPA di sektor energi dan pengolahan gas alam.
Manajemen PIPA memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan rencana transaksi ini dilaksanakan dengan senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, dan pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Merdeka Gold (EMAS) Beli Peralatan Pengolahan Emas dari China, Segini Nilainya
Dalam berita sebelumnya, pemegang saham pengendali PIPA, PT Morris Capital Indonesia (MCI), melalui surat kepada Dewan Komisaris pada 18 Agustus 2026 mengungkapkan bahwa MCI bersama PIPA sedang dalam proses finalisasi transaksi akuisisi perusahaan target.
Kedua pihak menargetkan penandatanganan CSPA pada Agustus 2026. Walau belum diungkap secara detail, perusahaan yang menjadi target akuisisi tersebut telah beroperasi selama sekitar 14 tahun.




