Bank Mandiri buka blokir rekening aktivis Pati Supriyono

Hikma Lia

Polda Metro Jaya dan Bank Mandiri mengaktifkan kembali rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok yang sebelumnya sempat diblokir.

Advertisements

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin mengatakan polisi telah rampung menelusuri rekening berisi dana penggalangan unjuk rasa itu.

Iman mengatakan, hal ini dilakukan untuk memastikan donasi tak berasal dari sumber yang melanggar hukum. Dia menjelaskan penundaan transaksi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Advertisements

“Kami bergerak cepat untuk memastikan sehingga proses demokrasi dan penyampaian pendapat sebagaimana diatur oleh undang-undang juga bisa terlindungi bagi seluruh masyarakat,” kata Iman dalam konferensi pers bersama Bank Mandiri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8) dikutip dari Antara.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menjanjikan akan mengaktifkan kembali rekening Supriyono. Dia menjanjikan bank tersebut akan memegang amanah nasabah. 

“Kami akan menindaklanjuti apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening,” kata Riduan.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Habiburokhman menginstruksikan pemangku kepentingan untuk membuka blokir rekening atas nama Supriyono. Habiburokhman menyampaikan instruksi tersebut berdasarkan atas arahan pimpinan DPR. Menurutnya, pembukaan rekening tersebut menjadi penting agar Botok dapat menyampaikan aspirasi secara publik.

“Pembukaan akses rekening penting agar saudara Botok bisa menjalankan aktivitasnya dengan rekening tersebut. Kita tahu, penyampaian pendapat selama masih dalam koridor hukum adalah hal yang dilindungi di negeri ini,” kata Habiburokhman dalam konferensi pers di ruangan Majelis Kehormatan Dewan DPR, Rabu (26/8).

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB menyatakan normalisasi rekening penghimpun dana donasi aksi tidak akan membatalkan unjuk rasa di depan Gedung DPR pada Kamis (27/8).

“Dengan dicairkannya lagi rekening saya, aksi tetap dilaksanakan besok. Kami akan fokus untuk aksi 27 Agustus 2026,” kata Botok di depan Gedung DPR, Rabu (26/8).

Botok mengatakan sejumlah warga Kabupaten Pati yang tiba lebih dulu di depan Gedung DPR harus bertahan hidup dengan sembako yang dibawa dari Bumi Mina Tani. Sembako yang dimaksud adalah minyak goreng, beras, dan sayuran yang dikonsumsi saat bermalam di sekitar Jabodetabek kemarin, Selasa (25/8).

Advertisements

Also Read

Tags