Sengketa Felda atas BWPT naik ke level diplomatik, prospek saham terancam

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Sengketa investasi Felda di PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dinilai masih menjadi overhang bagi saham BWPT. Harga saham BWPT ditutup turun 10,28% di level Rp 96 per saham. 

Advertisements

Sengketa kembali mencuat setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan sengketa yang berlangsung bertahun-tahun. 

Anwar mengatakan, telah mengirim surat resmi kepada Prabowo untuk meminta pemerintah Indonesia menindaklanjuti persoalan investasi Felda di emiten sawit milik taipan Peter Sondakh tersebut.

Advertisements

Anwar berharap Prabowo membantu memulihkan investasi Felda di BWPT. Pasalnya Felda berpotensi menimbulkan kerugian hingga RM 2,5 miliar dengan pengembalian yang diperkirakan dapat diperoleh hanya sekitar RM 200 juta. 

ADHI Targetkan Restrukturisasi dengan Perbankan Rampung Semester II 2026

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan, persoalan tersebut bukan merupakan isu baru bagi BWPT. Namun, eskalasi persoalan ke level diplomatik membuat risiko investasi kembali menjadi perhatian pasar.

“Ini overhang lama sejak 2016 yang baru eskalasi ke level diplomatik tinggi. Bukan surprise baru, tapi konfirmasi persoalan masih jauh dari resolved,” ujar Wafi kepada KONTAN, Rabu (26/8).

Menurut Wafi, investasi Felda masih dalam proses hukum di Indonesia. Sementara itu, waktu penyelesaian atau timeline resolusi belum jelas.

Keterlibatan langsung Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dengan Presiden RI Prabowo Subianto, menunjukkan besarnya persoalan tersebut. Kondisi ini dinilai bukan lagi sekadar sengketa komersial biasa.

Oleh sebab itu, investor berpotensi memasukkan premi risiko tambahan (risk premium) ke dalam saham BWPT. Ketidakpastian proses hukum juga dapat membuat investor lebih berhati-hati, dalam mengambil posisi terhadap saham perseroan.

Di sisi lain, Wafi menilai potensi pelepasan kepemilikan Felda dapat memberikan tekanan signifikan terhadap harga dan likuiditas saham BWPT.

Jika pelepasan dilakukan melalui block sale atau bahkan forced sale akibat tekanan finansial Felda, kondisi tersebut dapat menciptakan tambahan pasokan saham di pasar.

Cisarua Mountain (CMRY) Bagi Dividen Interim Rp 793,46 Miliar, Cek Proyeksi Yield-nya

“Kalau Felda benar-benar melepas kepemilikan, berpotensi tekanan signifikan ke harga dan likuiditas, mengingat magnitude kepemilikan mereka cukup besar,” tandas Wafi.

Menurut dia, tekanan tersebut berpotensi semakin terasa karena likuiditas saham BWPT relatif terbatas. Tambahan pasokan dalam jumlah besar dapat menciptakan overhang supply yang menekan harga saham.

Wafi pun menilai proses hukum serta upaya pemulihan dana Felda, merupakan dua perkara yang dapat berjalan secara terpisah. Keduanya berpotensi memiliki waktu penyelesaian yang berbeda.

Kondisi tersebut pada akhirnya menambah kompleksitas dan ketidakpastian bagi investor dalam mencermati prospek saham BWPT.

Advertisements

Also Read

Tags