BANYU POS Jakarta. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menetapkan tiga saham sebagai saham berbasis hijau atau green equity designation. Label hijau ini menjadi sentimen positif bagi ketiga saham tersebut, ditandai dengan kenaikan harga pada Kamis 27 Agustus 2026.
Label tersebut diberikan kepada perusahaan tercatat yang dinilai berkontribusi terhadap ekonomi hijau maupun perusahaan yang tengah bertransformasi menuju kegiatan usaha yang mendukung ekonomi ramah lingkungan.
Dalam tahap awal, BEI menetapkan PT Hero Global Investment Tbk (HGII) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) sebagai green equity.
Sementara itu, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) ditetapkan sebagai green equity transition.
“Penetapan saham berbasis hijau tersebut mulai efektif berlaku pada 28 Agustus 2026” jelas Teuku Fahmi Ariandar, Kadiv Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat PT Bursa Efek Indonesia dalam pengumuman resmi pada Kamis 27 Agustus 2026.
Dalam proses penilaian, HGII dan TOBA menggunakan penyedia reviu eksternal S&P Global Ratings. Sementara itu, KEEN menggunakan PT Sucofindo (Persero).
Jangan Terlewat! Hari Ini (28/8) Cum Date Pembayaran Dividen Interim II Saham BBCA
Apa Itu Green Equity?
Green equity designation merupakan label baru yang diberikan BEI kepada perusahaan tercatat yang memenuhi sejumlah kriteria terkait kontribusi terhadap ekonomi hijau.
BEI membedakan dua kategori, yakni green equity dan green equity transition.
Green equity diberikan kepada perusahaan yang telah memberikan kontribusi terhadap ekonomi hijau. Sementara green equity transition ditujukan bagi perusahaan yang masih berada dalam proses transformasi menuju kegiatan bisnis yang memberikan dampak positif terhadap ekonomi hijau.
Untuk mendapatkan label tersebut, perusahaan tercatat harus memenuhi sejumlah persyaratan. Aspek yang dinilai antara lain pendapatan dan investasi, keselarasan dengan taksonomi, tata kelola, keterbukaan informasi, serta penilaian dari pihak eksternal.
Dari sisi pendapatan, misalnya, perusahaan wajib memiliki sedikitnya 50% pendapatan dari aktivitas ekonomi yang dikategorikan sebagai aktivitas hijau.
Selain itu, kegiatan usaha perusahaan juga harus sesuai dengan sektor yang tercantum dalam taksonomi yang menjadi acuan.
Seminggu Penawaran, SR025 Laku Rp 3,2 T, Ini Cara Pemesanan Sukuk Ritel Kupon 6,9%
Profil Saham Hijau HGII dan KEEN
HGII merupakan emiten yang bergerak di sektor energi baru terbarukan (EBT).
Kegiatan usaha HGII berfokus pada penyediaan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) dan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg).
Pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, harga saham HGII ditutup di Rp 132 naik 3 poin atau 2,33% secara harian.
Sementara itu, KEEN memiliki fokus bisnis pada pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Kedua emiten tersebut masuk dalam kategori green equity karena kegiatan bisnisnya telah berkontribusi terhadap pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.
Pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, harga saham KEEN ditutup di Rp 855 naik 10 poin atau 1,18% secara harian.
Pemilik Terbesar Lepas 13 Juta Saham, Harga Saham Ini Merosot 5,6% Sehari
TOBA Masuk Green Equity Transition
Berbeda dengan HGII dan KEEN, TOBA masuk kategori green equity transition.
Emiten tersebut sebelumnya dikenal memiliki bisnis utama di sektor batubara. Namun, TOBA kini tengah melakukan transformasi bisnis menuju ekosistem energi baru terbarukan.
Sejumlah lini usaha yang dikembangkan TOBA mencakup pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), kendaraan listrik, hingga layanan pengolahan limbah.
Masuknya TOBA dalam kategori green equity transition menunjukkan proses perubahan model bisnis perusahaan menuju kegiatan usaha yang semakin berorientasi pada ekonomi hijau.
Pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, harga saham TOBA ditutup di Rp 600 naik 65 poin atau 12,15% secara harian.
Dengan penetapan tersebut, BEI mulai memperkenalkan klasifikasi saham berbasis hijau sebagai salah satu penanda bagi investor untuk mengidentifikasi perusahaan tercatat yang memiliki kontribusi terhadap ekonomi hijau maupun sedang menjalani proses transisi menuju bisnis yang lebih berkelanjutan.




