Wall Street bergerak tipis usai pidato Warsh, reli saham AI mulai mereda

Hikma Lia

BANYU POS  Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak cenderung datar pada perdagangan Jumat (28/8/2026) setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan kembali fokus bank sentral untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Advertisements

Investor juga mulai mengurangi euforia terhadap saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya melonjak setelah proyeksi kinerja Nvidia menunjukkan kuatnya permintaan terhadap teknologi AI.

BUMI Perkuat Mesin Pertumbuhan ke Komoditas Mineral

Advertisements

Pidato Warsh dalam simposium ekonomi tahunan The Fed di Jackson Hole menjadi perhatian utama pasar.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pekan yang dipenuhi laporan keuangan perusahaan besar seperti Nvidia dan Salesforce serta sejumlah data ekonomi AS.

Warsh mengatakan perkembangan inflasi terbaru belum menunjukkan perubahan tren yang meyakinkan.

Menurut dia, The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila tidak yakin inflasi bergerak menuju target 2% dengan kecepatan yang memadai.

Pernyataan tersebut mendorong investor meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September.

“Investor cukup khawatir untuk tetap berinvestasi karena beberapa pergerakan saham sudah berada pada level yang membuat tidak nyaman. Data inflasi juga semakin sulit dibaca karena pengaruh harga energi,” ujar Yung-Shin Kung, Chief Investment Officer Mast Investments.

“Pertanyaan yang lebih besar bagi semua orang adalah apa yang sedang dilihat Menteri Keuangan Scott Bessent dan apa implikasinya terhadap kebijakan moneter,” lanjutnya.

IHSG Terkoreksi Tipis ke 6.518, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing di Akhir Pekan

Saham AI Mulai Tertekan

Saham-saham perusahaan chip kembali melemah setelah menguat pada perdagangan sebelumnya. Reli sebelumnya dipicu proyeksi Nvidia yang kuat dan mengindikasikan bahwa lonjakan investasi AI masih memiliki ruang untuk berlanjut.

Namun, investor kini mulai mencari katalis baru untuk mempertahankan kenaikan saham sektor tersebut.

“Untuk perusahaan chip, investor sedang mencari katalis baru,” kata Mike Reynolds, Wakil Presiden Investment Strategy di Glenmede.

Menurutnya, pasar sudah memahami potensi peningkatan pendapatan perusahaan chip seiring dengan ekspansi pusat data. Namun, investor masih mempertanyakan sumber pertumbuhan berikutnya.

Saham Nvidia turun 1,3%, sementara Marvell Technology anjlok 7,2%. Pelemahan Marvell terjadi karena investor mempertanyakan waktu realisasi pendapatan dari kesepakatan chip AI perusahaan dengan Google milik Alphabet, meskipun Marvell menaikkan proyeksi pendapatan 2027.

Menilik Prospek dan Rekomendasi Saham Berbasis Hijau dan ESG

Wall Street Bergerak Tipis

Melansir Reuters pada pukul 10.07 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 36,83 poin atau 0,07% menjadi 53.606,27.

Sebaliknya, S&P 500 turun 5,18 poin atau 0,07% menjadi 7.725,81. Nasdaq Composite juga melemah 59,66 poin atau 0,22% menjadi 26.483,33.

Selain saham teknologi, sejumlah saham perusahaan konsumen juga bergerak signifikan.

Saham PayPal turun 11,5% setelah Bloomberg News melaporkan konsorsium yang terdiri dari perusahaan private equity Advent dan perusahaan pembayaran Stripe membatalkan rencana akuisisi terhadap perusahaan tersebut.

Sementara itu, saham Gap menguat 15% setelah perusahaan menunjuk veteran industri Michael Francis sebagai CEO baru Old Navy sekaligus menaikkan proyeksi laba tahunan.

TBS Energi Utama (TOBA) Cetak Kinerja Positif, Bisnis Pengelolaan Limbah Mendominasi

Saham Ulta Beauty turun 6,1% setelah pertumbuhan penjualan toko yang sama pada kuartal II melambat.

Pergerakan Wall Street selanjutnya akan sangat dipengaruhi data ekonomi AS, terutama indikator inflasi dan pasar tenaga kerja, yang akan menjadi pertimbangan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga pada pertemuan September.

Advertisements

Also Read

Tags