BANYU POS Jakarta. PT Cakra Bhakti Para Putra kembali menambah kepemilikan saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP). Pembelian berlangsung kala harga saham ISSP melemah.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham, Cakra Bhakti Para Putra membeli total 757.400 saham ISSP dalam dua transaksi pada 31 Agustus dan 1 September 2026. Nilai pembelian tersebut mencapai sekitar Rp313,86 juta.
Pada 31 Agustus 2026, Cakra Bhakti membeli 732.400 saham ISSP dengan harga Rp414 per saham. Kemudian pada 1 September 2026, perseroan kembali membeli 25.000 saham dengan harga Rp426 per saham.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Cakra Bhakti Para Putra bertambah dari 4.143.993.930 saham atau 57,67% hak suara menjadi 4.144.751.330 saham atau 57,68% hak suara.
Dalam laporan tersebut, tujuan transaksi disebut untuk investasi. Cakra Bhakti juga tercatat sebagai pemegang saham pengendali ISSP dan tetap berencana mempertahankan pengendalian atas perusahaan.
Kucurkan Rp 2 T, Danantara Bisa Jadi Pemilik Saham Bakrie, Investor Pilih Beli/Jual?
Cakra Bhakti Perkuat Kepemilikan ISSP
Penambahan saham ini melanjutkan aksi Cakra Bhakti Para Putra dalam memperbesar kepemilikan di ISSP.
Dengan porsi mencapai 57,68%, Cakra Bhakti tetap memiliki posisi sebagai pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali ISSP. Tambahan 757.400 saham tersebut meningkatkan porsi kepemilikan sebesar sekitar 0,01 poin persentase.
Sebagai pemegang saham mayoritas, Cakra Bhakti memiliki posisi dominan dalam penggunaan hak suara pada keputusan yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.
Data kepemilikan ISSP sebelumnya juga menunjukkan Cakra Bhakti sebagai salah satu pemegang saham terbesar perseroan. Pada periode Juli 2026, kepemilikannya tercatat sekitar 57,7%.
Tonton: Pemerintah Ragu Batasi Pertalite Desil 9 10, Kenapa
Harga Saham ISSP
Sementara itu, saham ISSP ditutup di level Rp426 per saham pada perdagangan Rabu (2/9/2026).
Harga tersebut menjadi level penutupan setelah transaksi pembelian saham oleh Cakra Bhakti pada 31 Agustus dan 1 September.
Bagi investor, aksi pembelian oleh pemegang saham pengendali dapat menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kinerja keuangan, prospek bisnis, valuasi saham, serta risiko yang dihadapi ISSP.




