Waskita turunkan utang Rp17 triliun, harap BEI buka gembok saham

Hikma Lia

Jakarta, IDN Times – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengumumkan telah menyelesaikan proses restrukturisasi utang. Terbaru, dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada Kamis (3/9/2026) kemarin, para pemegang obligasi menyetujui seluruh usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, salah satunya mengenai perpanjangan tenor.

Advertisements

Sejak akhir 2023 lalu, perseroan menyatakan telah menurunkan utang sebanyak 20,8 persen. Total nilainya menjadi sebesar Rp66,5 triliun dari sekitar Rp84 triliun, atau turun Rp17,5 triliun.

1. Harap suspensi saham dibuka

Advertisements

Dengan disetujuinya hasil RUPO, perusahaan melihat peluang terbukanya suspensi saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin besar. Saham WSKT sendiri telah disuspensi sejak 8 Mei 2023, atau sudah lebih dari 3 tahun.

Direktur Keuangan Waskita Karya Wiwi Suprihatno mengatakan, perseroan akan terus melanjutkan penguatan struktur keuangan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan tata kelola yang baik.

Sebelumnya, Waskita juga telah menjalankan Master Restructuring Agreement (MRA) yang telah disepakati oleh 21 bank.

“Kami akan terus konsisten memenuhi kewajiban yang tersisa. Langkah ini sebagai tanggung jawab sekaligus dukungan terhadap mitra yang sudah membantu kami untuk menyelesaikan beragam proyek infrastruktur,” ujar Wiwi dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

2. Lunasi utang pajak yang telah melewati jatuh tempo

Waskita juga telah menurunkan utang vendor yang telah melewati jatuh tempo atau past due yang tercatat pada 2022 hingga 97,1 persen.

Nilainya dari Rp2,13 triliun menjadi Rp48 miliar per semester I-2026. Proses penurunan utang itu memakan waktu sekitar empat tahun. Perusahaan juga melunasi utang pajak yang telah melewati jatuh tempo.

3. Waskita raup pendapatan Rp4,92 triliun

Dari sisi kinerja keuangan, Waskita membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,92 triliun pada semester I tahun ini. Nilai tersebut naik 58,49 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp3,1 triliun.

“Peningkatan pendapatan didorong oleh produksi dari proyek Sekolah Rakyat (SR) dan jaringan irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pencapaian ini turut membuktikan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional,” tutur Wiwi.

Saat ini, Waskita sedang mengerjakan sejumlah proyek, seperti jaringan irigasi, bendungan, rumah sakit, LRT Jakarta Fase 1B, hingga Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Timor Leste. Wiwi menyebutkan, Nilai Kontrak Baru (NKB) yang terkumpul sampai Juni 2026 senilai Rp5,1 triliun. Perolehan itu didominasi oleh pekerjaan konektivitas sebanyak 45,6 persen, lalu disusul infrastruktur air sebesar 21,7 persen.

“Kami selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan, sebagai bagian dari manajemen risiko. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi, serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka,” tutur dia.

Waskita Karya Cetak Pendapatan Rp8,82 Triliun Sepanjang 2025 BUMN Karya Diminta Percepat Restrukturisasi Utang, Ini Respons Waskita Waskita Resmi Divestasi Saham Tol Cimanggis-Cibitung Rp3,28 Triliun

Advertisements

Also Read

Tags