Harga CPO berpotensi terus meningkat hingga akhir tahun, cermati pemicunya

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpeluang melanjutkan penguatan hingga akhir 2026 seiring meningkatnya penyerapan minyak sawit untuk kebutuhan biodiesel di dalam negeri.

Advertisements

Kondisi tersebut terjadi setelah pemerintah mencanangkan mandatori biodiesel B50 yang membuat sebagian produksi CPO dialokasikan untuk kebutuhan biodiesel.

Di sisi lain, permintaan dari sejumlah negara konsumen utama tetap berpotensi menopang harga CPO.

Advertisements

Berdasarkan data Trading Economics per Jumat (4/9/2026) pukul 21.45 WIB, harga CPO berada di level RM 4.897 per ton, turun 0,14% secara harian. Namun, dalam sepekan harga CPO telah menguat 5,81%, sedangkan secara bulanan naik 4,15%.

Permintaan Masih Tinggi, Harga CPO Global Terus Mendaki

Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen terhadap CPO masih cenderung positif, terutama didorong ekspektasi meningkatnya penyerapan domestik untuk kebutuhan biodiesel.

Prospek permintaan ekspor yang tetap terjaga juga menjadi faktor yang dapat menopang harga CPO di tengah keterbatasan pasokan untuk pasar global.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, kebijakan B50 berpotensi memperketat ketersediaan CPO untuk pasar ekspor. Pasalnya, semakin besar pemanfaatan CPO untuk biodiesel, semakin kecil volume yang dapat dialokasikan untuk ekspor.

“Produksi CPO di Indonesia itu 50% digunakan untuk B50, sehingga produksi yang digunakan untuk ekspor berkurang. Ini yang membuat harga CPO naik,” ujar Ibrahim kepada Kontan, Jumat (4/9/2026).

Di tengah meningkatnya penyerapan domestik, permintaan dari pasar utama juga dinilai masih mampu menopang harga CPO.

Harga CPO Masih Tertekan, Pasar Tunggu Efek Implementasi B50

“Permintaan untuk minyak goreng di negara-negara tradisional seperti Tiongkok, India, kemudian Jepang, kemudian Korea Selatan, ini walaupun dalam kondisi apapun mereka tetap akan impor,” katanya.

Kondisi tersebut, ditambah meningkatnya penyerapan CPO untuk kebutuhan biodiesel di dalam negeri, membuat prospek harga CPO hingga akhir tahun masih positif.

Keterbatasan pasokan untuk pasar ekspor di tengah permintaan yang tetap terjaga menjadi sentimen yang berpotensi menopang harga.

Hingga akhir tahun 2026, Ibrahim memproyeksikan harga CPO dapat mencapai sekitar RM 5.200 per ton.

Advertisements

Also Read

Tags