Dual listing emiten RI berpotensi berlanjut, ini saham yang menarik dicermati

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Minat emiten Indonesia untuk mencatatkan saham di lebih dari satu bursa diperkirakan belum akan surut. Selain membuka peluang pendanaan, dual listing menjadi strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan investor dan meningkatkan daya tarik saham di pasar global.

Advertisements

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, perluasan basis investor dan global price discovery saat ini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan penghimpunan dana.

Menurut Liza, bursa Hong Kong menjadi salah satu tujuan yang menarik karena memiliki likuiditas dan basis investor institusi global yang besar. Hingga Agustus 2026, total equity fundraising di Hong Kong telah mencapai HK$651 miliar.

Advertisements

“Menurut saya keduanya sih, tapi untuk kondisi Indonesia saat ini, memperluas investor base dan global price discovery mungkin sama pentingnya dengan fundraising,” kata Liza kepada Kontan, Senin (14/9/2026).

Meski demikian, dual listing tidak otomatis berarti emiten memperoleh dana segar. Ia mencontohkan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), yang melakukan penawaran saham milik pemegang saham eksisting sehingga dana hasil transaksi masuk kepada pemegang saham penjual, bukan perseroan.

IHSG Tertekan, Harga Minyak dan Ekspektasi The Fed Jadi Beban Pasar

Di sisi lain, aksi listing di luar negeri juga dapat memperkuat reputasi perusahaan di mata investor global. Menurut Liza, langkah tersebut menunjukkan kesiapan emiten untuk menjangkau basis investor yang lebih luas sekaligus memenuhi standar keterbukaan yang lebih global.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama mengatakan, dual listing juga dapat memperkuat visibility perusahaan di mata investor asing. Bagi emiten dengan kebutuhan ekspansi besar, langkah tersebut membuka alternatif sumber pendanaan di luar pasar domestik.

“Dual listing bukan hanya soal mencari tambahan dana, tetapi juga memperluas akses terhadap basis investor global,” kata Elandry.

Dari sisi manfaat, dual listing berpotensi memperluas sumber pendanaan, meningkatkan likuiditas dan investor base, serta membuka peluang price discovery yang lebih baik. Emiten juga memiliki alternatif bursa untuk melakukan penghimpunan dana di masa mendatang.

Namun, aksi tersebut juga membawa sejumlah konsekuensi. Emiten harus menanggung biaya underwriting, legal, kepatuhan, pelaporan dan biaya pencatatan yang berkelanjutan. Selain itu, terdapat risiko likuiditas perdagangan terfragmentasi di dua bursa serta perbedaan valuasi antar pasar.

Liza menambahkan, apabila penawaran saham di luar negeri dilakukan dengan diskon yang cukup besar, harga transaksi tersebut bahkan dapat menjadi acuan baru bagi investor dan menekan sentimen saham di Bursa Efek Indonesia.

Karena itu, struktur transaksi menjadi salah satu hal penting yang perlu dicermati investor. Jika dual listing dilakukan melalui penerbitan saham baru, pemegang saham eksisting menghadapi risiko dilusi.

Sementara jika menggunakan saham yang telah dimiliki pemegang saham, tidak terdapat dilusi dari penerbitan saham baru, meski perubahan pasokan saham dan struktur kepemilikan tetap dapat memengaruhi dinamika perdagangan.

Rupiah Diproyeksi Melemah Rabu (16/9), Dibayangi Geopolitik dan Kebijakan The Fed

Tren dual listing sendiri dinilai memiliki peluang cukup besar untuk berlanjut. Liza menyebut infrastruktur untuk mendukung aksi tersebut sudah tersedia, salah satunya karena IDX telah menjadi Recognised Stock Exchange bagi HKEX.

EMAS telah menjadi salah satu contoh emiten Indonesia yang melakukan dual listing, sementara PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) juga tengah mempersiapkan aksi serupa. Adapun PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) kembali dikabarkan menjajaki penjualan saham di Hong Kong.

Meski demikian, Elandry mengingatkan bahwa rencana dual listing AMMN masih perlu dikonfirmasi melalui keterbukaan informasi resmi. Pasalnya, pada Juli 2026 manajemen AMMN sempat menyatakan informasi terkait dual listing tersebut masih bersifat spekulatif.

Dari sisi sektor, emiten pertambangan dan sumber daya alam, digital, teknologi, media serta energi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menjajaki pencatatan di luar negeri. Emiten berkapitalisasi besar dengan kebutuhan belanja modal tinggi dan cerita pertumbuhan yang mudah dipahami investor global juga dinilai lebih potensial.

Menurut Liza, ukuran perusahaan bukan satu-satunya faktor. Kekuatan cerita bisnis menjadi penting agar emiten mampu menarik perhatian investor global.

“Intinya bukan cuma size, tapi apakah business story-nya cukup kuat untuk ‘travel’ ke global investors,” jelasnya.

Bagi investor, kedua analis mengingatkan agar tidak membeli saham hanya karena muncul rumor dual listing. Investor perlu mencermati struktur transaksi, penggunaan dana, potensi dilusi, valuasi setelah aksi korporasi, serta dampaknya terhadap kinerja fundamental perusahaan.

BEI Kembali Terapkan Short Selling, Analis Ingatkan Risiko Pasar

Liza menyarankan investor untuk melihat tiga hal utama, yakni siapa yang menjual saham, siapa yang menerima dana hasil transaksi, dan untuk apa dana tersebut digunakan.

Sementara itu, Elandry menilai AMMN dan EMAS dapat menjadi emiten yang menarik dicermati dalam tema tersebut, terutama karena keduanya memiliki bisnis mineral dengan eksposur terhadap emas dan tembaga. Namun, katalis dual listing AMMN masih sebatas sentimen pasar sampai terdapat konfirmasi resmi dari perseroan.

“Jadi, pendekatannya lebih baik wait and see atau buy on weakness secara bertahap, dengan tetap menjadikan fundamental dan valuasi sebagai dasar utama keputusan investasi,” pungkas Elandry.

Advertisements

Also Read

Tags