OJK wanti-wanti bank sebelum kerek suku bunga kredit

Hikma Lia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bahwa perbankan harus mempertimbangkan kemampuan bayar debitur serta potensi peningkatan risiko kredit jika ingin melakukan penyesuaian bunga kredit. 

Advertisements

“Bank perlu menjaga keseimbangan antara pengelolaan biaya pendanaan, kualitas aset, dan keberlanjutan penyaluran kredit,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulis di Jakarta, Senin (21/9). 

Dian mengatakan bahwa bank juga perlu mengoptimalkan strategi pendanaan mereka, terutama dengan meningkatkan porsi dana murah (low-cost funding). Upaya ini penting untuk menciptakan fleksibilitas dalam penetapan suku bunga kredit, sekaligus menjaga daya saing dan profitabilitas di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.

Advertisements

Dian mencatat, suku bunga akan melanjutkan kenaikan mengikuti pergerakan BI-Rate hingga Juli 2026. Kenaikan BI rate sebesar 100 basis poin (bps), yang diikuti kenaikan rata-rata tertimbang suku bunga dana pihak ketiga (DPK) rupiah sebesar 19 bps dan peningkatan terbatas suku bunga kredit rupiah sebesar 15 bps.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transmisi kenaikan BI-Rate ke suku bunga kredit berlangsung secara bertahap. Namun, Dian mengatakan penetapan suku bunga pada masing-masing bank sangat bergantung pada strategi masing-masing bank serta struktur biaya yang dimiliki khususnya terkait dengan biaya dana (cost of fund/CoF).

“Dalam kondisi suku bunga global dan BI-Rate yang meningkat, penyesuaian suku bunga perbankan pada dasarnya merupakan respons terhadap perubahan biaya pendanaan dan kondisi pasar,” kata dia.

OJK pun senantiasa menghimbau bank untuk melakukan penyesuaian suku bunga secara bertahap dan terukur, agar tetap selaras dengan dinamika pasar serta menjaga stabilitas rasio keuangan.

Perbankan juga diminta untuk tetap menjaga transparansi dan perlindungan konsumen dalam menyampaikan informasi terkait produk perbankan.

“Bank diharapkan menjaga keterbukaan dalam komunikasi produk, termasuk struktur biaya dan risiko, guna memastikan bahwa nasabah dapat mengambil keputusan finansial secara bijak dan berdasarkan informasi yang memadai,” kata Dian.

Advertisements

Also Read

Tags