Manuver Amman Mineral (AMMN) siapkan tambang Elang, laba tembus Rp 8,89 triliun

Hikma Lia

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 497,92 juta atau sekitar Rp 8,89 triliun dengan kurs Rp 17.847 per dolar AS. Capaian tersebut berbalik dari rugi US$ 148,72 juta atau sekitar Rp 2,65 triliun pada periode sebelumnya.

Advertisements

Seiring dengan itu, pendapatan AMMN melonjak 1.023,2% yoy menjadi US$ 2,05 miliar atau sekitar Rp 36,58 triliun, dari sebelumnya US$ 182,59 juta atau sekitar Rp 3,26 triliun. Pundi-pundi kinerja AMMAN ditopang dari US$ 663 juta dari katoda tembaga, US$ 311 juta dari emas murni, dan US$ 1.078 juta dari penjualan konsentrat.

Meski begitu, total belanja modal turun 82% yoy menjadi US$ 130 juta pada semester pertama 2026, dari US$ 719 juta pada periode yang sama 2025. Hal itu terjadi karena hampir selesainya proyek-proyek ekspansi utama.

Advertisements

Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto mengatakan kinerja AMMAN pada semester I 2026 menunjukkan kenaikan signifikan, terutama dari sisi produksi di seluruh operasi AMMN. Produksi konsentrat naik 81% secara tahunan menjadi 347.307 metrik ton kering. 

Produksi tembaga juga melonjak 136% menjadi 211 juta pon dan produksi emas melesat 481% menjadi 346.354 ons. Kenaikan tersebut didorong kenaikan penambangan bijih segar dan kadar bijih yang lebih tinggi.

AMMAN juga terus meningkatkan kapasitas produksi smelter dan Precious Metals Refinery (PMR) sekaligus menstabilkan operasionalnya. Berdasarkan izin ekspor konsentrat yang berlaku hingga April 2026, perseroan mengekspor 120.079 dmt konsentrat tembaga yang mengandung sekitar 72 juta pon tembaga dan 120.667 ons emas.

Di sisi hilir, produksi katoda tembaga mencapai 48.756 ton atau setara 107 juta pon, sedangkan produksi emas murni mencapai 122.131 ons. Kinerja smelter terus meningkat dan mencatat rekor baru pada Juli dan Agustus 2026.

Pada Juli 2026, AMMAN juga memperoleh Smelter Project Acceptance Certificate sekaligus merampungkan proyek smelter bersama kontraktor. 

“Kami juga memulai proses komisioning ekspansi pabrik konsentrator dengan bijih pertama berhasil masuk ke pabrik konsentrator pada pertengahan Agustus 2026,” kata Arief dalam keterangannya, Senin (21/9). 

Direktur Keuangan AMMAN, Anthony Mathias mengatakan EBITDA AMMAN meningkat menjadi US$1,13 miliar dengan margin 55%, dari US$ 86 juta pada semester I 2025. Sementara itu, laba bersih mencapai US$ 504 juta dengan margin 25%, berbalik dari rugi bersih US$ 146 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Arus kas yang kuat juga membantu AMMAN menurunkan tingkat utang di neraca. Perseroan turut mempercepat pembayaran utang selama periode tersebut. “Sehingga utang bersih turun 13% menjadi US$5 miliar per 30 Juni 2026,” ucapnya. 

Siapkan Proyek “Super Giant” Elang 

Di samping mengumumkan kinerjanya, AMMAN juga memperpanjang umur tambang Batu Hijau hingga 2031/2032 dengan pengolahan stockpile diperkirakan berlanjut hingga 2033/2034. Seiring dengan itu, AMMAN terus mematangkan pengembangan tambang Elang.

Perencanaan tambang saat ini berlangsung, sementara laporan Joint Ore Reserves Committee (JORC) telah rampung pada kuartal ketiga 2026. AMMN menargetkan Final Investment Decision (FID) proyek Elang pada 2027.

Tambang Elang ditargetkan mulai menghasilkan bijih pertama pada 2031/2032. Proyek ini akan memanfaatkan fasilitas terintegrasi Batu Hijau yang telah diperluas, termasuk smelter, pabrik konsentrator, infrastruktur pembangkit listrik, dan Pelabuhan Benete.

Bijih Elang nantinya akan diangkut melalui overland conveyor (OLC) baru. Saat ini, AMMAN masih menjalankan proses perizinan koridor serta menunjuk kontraktor untuk pekerjaan rekayasa awal.

Dari sisi cadangan, gabungan cadangan tembaga Batu Hijau dan Elang AMMAN masuk jajaran 10 terbesar secara global. Pembaruan cadangan menggunakan asumsi harga emas US$ 2.500 per ons, naik dari US$ 1.800 per ons, sementara asumsi harga tembaga dipertahankan konservatif di US$ 4 per pon.

Cadangan bijih Batu Hijau meningkat 10,2% meski tambang tersebut telah berproduksi selama 18 bulan. Kandungan tembaga naik 2,6%, sedangkan kandungan emas turun 6,7%.

Sementara itu, cadangan bijih Elang meningkat sekitar 2% dari sisi tonase, kandungan tembaga, maupun kandungan emas.

Seiring kenaikan kadar bijih yang ditambang, AMMAN menaikkan panduan produksi emas dalam konsentrat 2026 menjadi 775.000 ons atau naik 34%. Sementara itu, panduan produksi tembaga dalam konsentrat tetap sebesar 485 juta pon.

Memasuki semester kedua 2026, AMMAN menargetkan pencapaian panduan produksi 2026 melalui peningkatan keandalan operasi dan disiplin biaya. Perseroan juga akan memperkuat neraca melalui pelunasan utang, menjaga kinerja smelter setelah mencatat rekor produksi pada Juli dan Agustus, serta menyelesaikan sejumlah proyek utama.

Proyek tersebut mencakup pembangunan tangki LNG dan peningkatan kapasitas produksi pabrik konsentrator baru. AMMAN juga melanjutkan persiapan menuju FID proyek Elang yang ditargetkan pada 2027.

Advertisements

Also Read

Tags