BANYU POS JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berencana untuk melakukan pembelian kembali alias buyback saham.
Melansir prospektus di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 30 September 2026, TOWR berencana melakukan buyback untuk 1,18 miliar saham. Ini setara dengan sekitar 2% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Manajemen TOWR bilang, perkiraan biaya untuk buyback saham, tidak termasuk biaya transaksi, komisi perantara serta biaya-biaya lain yang berkenaan dengan buyback, adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp500 miliar.
Perkiraan jadwal periode pembelian kembali saham TOWR adalah pada 30 September hingga 30 Desember 2026.
TOWR akan menunjuk PT BCA Sekuritas untuk melakukan aksi buyback saham tersebut.
Sarana Menara (TOWR) Genjot Infrastruktur Digital, Bidik Pertumbuhan dari 5G dan AI
“Perseroan dapat mengakhiri periode Pembelian Kembali Saham sebelum batas waktu yang ditentukan jika biaya pembelian kembali saham dan/atau target jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali telah tercapai atau karena alasan lainnya menurut pertimbangan Perseroan, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Aksi korporasi ini akan menggunakan dana internal dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan modal kerja dan sumber pendanaan yang cukup.
“Pembelian Kembali Saham ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham di masa yang akan datang dan memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien,” paparnya.
Per 30 Juni 2026, aset TOWR sebesar Rp 81,84 triliun dan ekuitas Rp 2,08 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,85 triliun dan laba per saham dasar Rp 31,91.
Sarana Menara (TOWR) Raih Kredit Rp 1,5 Triliun dari CIMB Niaga, Ini Tujuannya




