BANYU POS NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Jumat (2/10/2026), setelah laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini.
Data tersebut juga mendorong penurunan imbal hasil (yield) US Treasury, sehingga meningkatkan sentimen investor. Penurunan harga minyak turut memberikan dukungan bagi pasar saham AS.
Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 340,08 poin atau 0,67% menjadi 51.266,64.
Sementara itu, S&P 500 bertambah 68,27 poin atau 0,89% ke level 7.734,72. Adapun Nasdaq Composite menguat 341,47 poin atau 1,27% menjadi 27.216,91.
Adhi Karya (ADHI) Lepas Saham 2 Anak Usaha, Kembali Fokus ke Bisnis Konstruksi
Pergerakan tersebut terjadi setelah laporan tenaga kerja AS menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi. Investor kemudian meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan The Fed mempertahankan tingkat suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter bulan ini.
Prospek suku bunga yang lebih stabil turut menekan yield Treasury. Kondisi ini cenderung mendukung aset berisiko seperti saham karena biaya pendanaan dan tingkat diskonto diperkirakan lebih rendah.
Di sisi lain, harga minyak yang lebih rendah juga membantu memperbaiki sentimen pasar karena dapat mengurangi tekanan terhadap biaya energi dan inflasi.
Dengan demikian, investor Wall Street merespons kombinasi data tenaga kerja yang lebih lemah, penurunan yield obligasi pemerintah AS, serta harga minyak yang lebih rendah dengan mendorong indeks-indeks utama ke zona positif pada awal perdagangan.




