KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan harga emas pada pekan depan diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas tinggi. Tekanan terhadap harga emas dunia masih membayangi, meski sejumlah sentimen berpotensi menjadi penopang pergerakan logam mulia.
Berdasarkan data Trading Economics, harga emas spot ditutup pada US$ 4.140,19 per troy ounce pada Jumat (2/10/2026). Harga tersebut turun 0,90% secara harian, terkoreksi 3,38% dalam sepekan, dan melemah 7,45% dalam sebulan.
Sementara itu, harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) pada Minggu (4/10/2026) bertahan di level Rp 2.574.000 per gram, sama seperti harga sebelumnya.
Jababeka (KIJA) Akuisisi Kawasan Industri di Kendal, Nilai Transaksi Rp 340,86 Miliar
Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan harga emas ke depan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, khususnya ketegangan di Timur Tengah.
“Ketegangan ini masih akan terus terjadi di Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz. Iran sendiri mengatakan wilayah Selat Hormuz 100% dikuasai oleh Iran, tetapi Amerika juga mengatakan Selat Hormuz dalam pengawasan Amerika. Karena itu, ketegangan di kawasan ini masih akan menjadi perhatian pasar,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Menurut Ibrahim, ketegangan geopolitik tersebut berpotensi menjaga ketidakpastian di pasar dan mendukung permintaan emas sebagai aset safe haven. Namun, pasar juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).
Selain faktor geopolitik dan suku bunga, Ibrahim menyebut permintaan dari bank sentral global masih menjadi penopang harga emas. Bank sentral, termasuk China, dinilai masih melakukan pembelian emas di tengah harga yang mengalami koreksi.
“Bank Sentral Global, terutama Tiongkok, juga terus melakukan pembelian terhadap logam mulia karena murahnya harga logam mulia ini,” ujar Ibrahim.
Menurutnya, pembelian tersebut menunjukkan emas masih menjadi salah satu alternatif investasi bagi bank sentral global. Kondisi ini dapat memberikan dukungan terhadap harga emas meski dalam jangka pendek pergerakannya masih berfluktuasi.
Untuk pekan depan, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia akan bergerak pada kisaran US$ 4.033-US$ 4.255 per ons troi. Support berada di US$ 4.087 dan US$ 4.033 per ons troi, sedangkan resistance berada di US$ 4.177, US$ 4.197, dan US$ 4.255 per ons troi.
Sementara harga emas Antam diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 2.420.000-Rp 2.680.000 per gram. Level support berada di Rp 2.554.000 dan Rp 2420.000 per gram, sedangkan resistance berada di Rp 2.594.000 dan Rp 2.680.000 per gram.
Penerbitan Obligasi Korporasi Mayoritas Tenor Pendek, Ini Sektor Paling Dominan




