Ekspansi pasar global melalui penerimaan pembayaran lintas negara menuntut strategi operasional yang matang. Anda wajib mendalami peran Payment Gateway serta prosedur Daftar QRIS guna memetakan dan menentukan kanal transaksi yang paling efisien.
Identifikasi gaya bertransaksi konsumen mancanegara beserta kalkulasi variasi tarif dari instrumen pembayaran favorit mereka sangat krusial dalam menjaga stabilitas margin laba perusahaan.
Secara umum, terdapat dua kategori pembeli internasional yang perlu dipetakan: konsumen di luar negeri yang cenderung mengandalkan kartu kredit atau debit, serta turis mancanegara di tanah air yang lebih nyaman bertransaksi via kode QR lintas negara.
Mengingat profil risiko dan volume belanja tiap segmen berbeda, penyesuaian infrastruktur pembayaran menjadi kunci utama untuk menyeimbangkan kebutuhan layanan dengan beban biaya operasional.
1. Petakan Dua Tipe Pelanggan Internasional
Anda harus membedakan dua kelompok pelanggan internasional untuk menentukan instrumen pembayaran terbaik. Kelompok pertama berasal dari luar negeri dan kebanyakan membayar dengan kartu kredit.
Sementara kelompok kedua adalah wisatawan asing yang ada di Indonesia dan gemar memakai QR code payment, terutama QRIS yang sudah terintegrasi dengan aplikasi pembayaran digital di beberapa negara.
Nilai transaksi kedua kelompok juga berbeda. Wisatawan cenderung melakukan pembelian bernilai kecil dan berulang, seperti makanan, transportasi, dan belanja ritel lokal. Sedangkan pembeli lintas negara biasanya berbelanja dengan nilai lebih besar namun frekuensi lebih rendah.
2. Bandingkan Struktur Biaya Antar Instrumen
Perbedaan tarif antar instrumen pembayaran sangat berpengaruh pada margin bisnis Anda. Bagi bisnis dengan volume transaksi tinggi di area wisata, selisih biaya ini dapat terakumulasi menjadi pengeluaran signifikan dalam sebulan.
QRIS menawarkan biaya tarif paling rendah, yaitu sekitar 0,7% dari nilai transaksi. Sebaliknya, pembayaran menggunakan kartu kredit debit dikenai biaya yang bervariasi, seperti Visa dan Mastercard dengan tarif 2,8% plus Rp2.000, dan American Express dengan tarif 3,25% plus Rp2.000 per transaksi.
Sebagai contoh, pada transaksi Rp500.000, biaya yang harus dikeluarkan menggunakan QRIS sekitar Rp3.500, sedangkan jika menggunakan kartu bisa mencapai Rp16.500.
3. Perhitungkan Skema Cicilan untuk Produk Bertiket Tinggi
Untuk produk bernilai tinggi, opsi pembayaran dengan cicilan seringkali menarik bagi pelanggan internasional. Namun, skema cicilan ini memiliki tarif yang berbeda dari pembayaran penuh di muka.
Misalnya, Visa dan Mastercard mengenakan biaya 5% plus Rp2.000 untuk tenor 3 bulan, 7% plus Rp2.000 untuk tenor 6 bulan, dan 9% plus Rp2.000 untuk tenor 12 bulan.
Anda perlu menghitung apakah kenaikan tarif cicilan ini sebanding dengan peningkatan nilai keranjang belanja yang dihasilkan. Selain itu, kartu kredit juga menyediakan fitur Recurring Payment, yaitu penagihan otomatis secara berkala.
Fitur ini cocok untuk bisnis dengan model berlangganan atau membership, sehingga Anda bisa memproyeksikan pendapatan dengan lebih akurat.
4. Tentukan Model Implementasi Sesuai Skala Transaksi
Setelah menentukan instrumen pembayaran yang sesuai, langkah berikutnya adalah memilih model teknis implementasinya. Pilihan ini perlu disesuaikan dengan volume transaksi dan kapasitas teknis bisnis Anda, bukan semata fitur lengkap yang ditawarkan.
Jika sudah memiliki website atau aplikasi tapi belum ada halaman pembayaran, layanan seperti DOKU Checkout bisa menjadi solusi karena menawarkan halaman pembayaran siap pakai yang terhubung dengan lebih dari 45 metode pembayaran.
Untuk bisnis dengan tim pengembang yang ingin kontrol penuh atas pengalaman pembayaran, DOKU Direct API dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Selain itu, Payment Link bisa digunakan tanpa website dengan pembuatan tautan pembayaran lewat dashboard web, aplikasi mobile Juragan DOKU, atau bahkan WhatsApp bot.
5. Penuhi Syarat Kepatuhan Lintas Negara
Pembayaran internasional menuntut standar kepatuhan yang ketat karena melibatkan data kartu serta konversi mata uang. Penyedia layanan pembayaran harus memegang lisensi PJP Kategori 1 yang mencakup Gerbang Pembayaran, Remitansi, Uang Elektronik, dan Dompet Digital, termasuk aktivitas QRIS.
Sebagai contoh, DOKU sudah bersertifikasi AES 256, PCI DSS, dan ISO/IEC 27001, yang menandakan keamanan yang terjamin. Selain itu, DOKU terdaftar di Kementerian Keuangan, Kominfo Digital, Dukcapil, dan merupakan anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Memastikan penyedia pembayaran memenuhi standar ini adalah langkah penting sebelum mulai menerima pembayaran internasional.
Menerima pembayaran internasional menuntut strategi yang matang dari pemetaan pasar, analisis biaya antar instrumen, sampai penentuan model implementasi sesuai skala transaksi.
Perbedaan tarif antara QRIS dan kartu cukup signifikan sehingga memengaruhi keuntungan bisnis Anda. Memilih dan mendorong kanal pembayaran yang tepat sambil memastikan kepatuhan regulasi akan menjaga kelancaran dan keamanan transaksi lintas negara.
Mulai Optimalkan Sistem Pembayaran Internasional Bisnis Anda
Integrasikan bisnis Anda dengan solusi pembayaran yang andal dan komprehensif. DOKU menawarkan kemudahan integrasi melalui berbagai metode seperti Checkout, Direct API, hingga Payment Link, yang didukung oleh standar keamanan internasional tertinggi dan puluhan kanal pembayaran.
Mulailah perjalanan ekspansi global Anda sekarang dengan mendaftarkan bisnis Anda di doku.com dan rasakan kemudahan mengelola transaksi lintas negara dalam satu platform yang aman dan efisien.




