Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menugaskan PT LEN Industri untuk memimpin pengembangan AI-based automotive chips alias chip otomotif berbasis kecerdasan buatan guna memasok kebutuhan proyek mobil nasional (mobnas). Penugasan itu bisa juga dilakukan lewat kerja sama dengan produsen arsitektur chip.
Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa menuturkan, satu unit kendaraan sedikitnya membutuhkan 600 hingga 700 chip semikonduktor. “Karena besarnya kebutuhan, penguasaan teknologi ini menjadi kunci utama penguatan industri otomotif dan elektronika dalam negeri,” kata Sigit di sela LEN Technology Day di ITB Innovation Park, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10).
Dia beranggapan, salah satu tantangan utama dari pengembangan teknologi semi konduktor itu adalah kelangkaan talenta, khususnya di sektor mikroelektronika. Untuk mengatasi hal itu, Danantara mematok target pelatihan dan sertifikasi bagi puluhan ribu insinyur muda bekerja sama dengan berbagai universitas seperti Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Dalam waktu 3-4 tahun ke depan kami akan melakukan training bahkan certification training ke minimum 15.000 engineers di bidang semikonduktor. Nanti LEN kami beri tugas sebagai leading sector untuk chip berbasis AI otomotif,” ujar Sigit.
Baca juga:
- Giant Sea Wall Pantura Dimulai dengan Penanaman Mangrove di Demak
- Febrie Adriansyah Didakwa Peras Tan Kian Rp 55 Miliar dalam Kasus Jiwasraya
- Prabowo Beri Taklimat 6 Jam ke 800 Perwira TNI-Polri, Bahas Rekrutmen dan Perang
Ia mengungkapkan, dalam beroperasi termasuk pada pembuatan mobil listrik, Danantara menerapkan strategi triangle yang menyatukan sektor industri, investasi, serta pusat riset dan SDM unggulan (R&D).
“Karenanya, saya senang kita melakukan acara ini di ITB Innovation Park. Nah, tujuan utama dibangunnya ITB Innovation Park memang untuk itu. Untuk menjadi melting pot antara industri dan research and development menjadi inovasi nasional,” ucap Sigit.




