Rahayu Saraswati Berpeluang Jadi Komisaris Baru Victoria Care (VICI)

Hikma Lia

Langkah strategis baru tengah dipersiapkan oleh politisi dan pelaku usaha nasional, Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo. Sosok yang akrab disapa Sara ini diproyeksikan akan segera memperkuat jajaran dewan komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), sebuah emiten terkemuka yang bergerak di sektor manufaktur kosmetik, perawatan tubuh, dan produk kecantikan di Indonesia. Kehadiran Sara di jajaran kepemimpinan VICI diharapkan mampu membawa perspektif baru yang lebih luas dalam pengembangan bisnis perusahaan ke depan.

Advertisements

Saat ini, proses bergabungnya Rahayu Saraswati ke dalam jajaran komisaris emiten berkode saham VICI tersebut masih berada dalam tahap nominasi resmi. Keputusan final mengenai pengangkatan dirinya sebagai komisaris baru akan diumumkan secara resmi melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan penting para pemegang saham ini dijadwalkan akan berlangsung pada akhir Oktober 2026 mendatang. Tidak hanya sekadar menduduki kursi kepemimpinan pengawasan, Sara juga menunjukkan komitmen finansial dan kepercayaan yang tinggi terhadap prospek bisnis perusahaan dengan berencana mengempit kepemilikan saham VICI secara langsung sebesar 2,4 persen.

Pernyataan resmi mengenai langkah korporasi ini disampaikan langsung oleh Sara dalam sebuah pertemuan di Jakarta pada Jumat, 9 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan kesiapannya untuk berkontribusi secara aktif dalam industri yang sedang berkembang pesat ini. Melalui keterlibatannya di Victoria Care Indonesia, yang dikenal luas sebagai salah satu pemain utama di industri kecantikan (beauty) dan kebugaran (wellness), Sara berkomitmen untuk mengintegrasikan seluruh pengalaman profesionalnya guna mendorong kinerja emiten ini ke level yang lebih tinggi.

Advertisements

Membawa Pengalaman Lintas Sektor untuk Industri Kecantikan Lokal

Keputusan Sara untuk merambah industri kosmetik dan kebugaran didasari oleh visi yang matang. Melalui peran barunya sebagai calon komisaris di VICI, ia bertekad untuk menyinergikan berbagai pengalaman lintas sektor yang telah ia geluti selama bertahun-tahun. Rekam jejak Sara yang mencakup dunia usaha, perumusan kebijakan publik, advokasi dampak sosial, hingga penguatan kepemimpinan perempuan akan menjadi modal berharga dalam menyusun strategi pertumbuhan bisnis yang holistik dan inklusif.

Industri kecantikan dan kebugaran lokal saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang yang sangat besar di tengah ketatnya persaingan pasar. Sara melihat bahwa kekuatan utama dari produk lokal terletak pada relevansi budaya dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen domestik. Dengan menyatukan keahlian manajerial, jaringan yang luas, serta kepekaan sosial, ia optimis dapat membantu mengarahkan Victoria Care Indonesia untuk tidak hanya mendominasi pasar dalam negeri, tetapi juga menjadi pemain yang diperhitungkan di kancah internasional.

Tiga Fokus Utama dalam Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan

Keterlibatan Rahayu Saraswati di Victoria Care Indonesia sangat sejalan dengan tiga fokus utama yang selama ini konsisten ia perjuangkan dalam berbagai kiprahnya di ruang publik dan dunia usaha. Ketiga pilar ini menjadi landasan strategis yang akan ia bawa ke dalam ruang tata kelola VICI.

1. Akselerasi Jenama Lokal dan Diplomasi Soft Power ke Pasar Global

Fokus pertama yang diusung oleh Sara adalah memajukan jenama (brand) lokal agar mampu bersaing dengan produk global dan sekaligus membuka akses yang lebih luas ke pasar internasional. Bagi Sara, produk kecantikan dan perawatan tubuh bukan sekadar komoditas dagang biasa, melainkan media representasi budaya yang sangat efektif. Ia menekankan pentingnya konsep soft power dalam membangun reputasi sebuah bangsa di mata dunia.

Menurut pandangan Sara, penerapan strategi soft power tidak boleh berhenti pada upaya memperkenalkan kebudayaan atau tradisi Indonesia ke luar negeri secara konvensional. Lebih dari itu, soft power yang sesungguhnya adalah bagaimana kreativitas, narasi yang kuat, serta kualitas produk lokal dapat memiliki nilai jual yang tinggi serta mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Dengan mengemas keunikan lokal ke dalam produk berkualitas tinggi, industri kecantikan dalam negeri dapat menjadi ujung tombak diplomasi ekonomi Indonesia.

Langkah taktis untuk memperkuat fondasi bisnis Victoria Care Indonesia ini sangat selaras dengan agenda-agenda strategis yang tengah ia jalankan di organisasi lain. Sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Kebudayaan, Sara memimpin langsung penyusunan dokumen strategis bertajuk Indonesian Soft Power Paper. Dokumen ini dirancang sebagai panduan nasional dalam mengoptimalkan potensi industri kreatif dan budaya Indonesia.

Selain itu, ia juga menginisiasi peluncuran gerakan nasional bernama Nusantara Rising dalam ajang IdeaFest 2026. Inisiatif ini memiliki misi utama untuk menghubungkan para pelaku industri kreatif nasional dengan jaringan bisnis global serta membuka jalur pasar internasional yang lebih luas. Kiprah ini melengkapi perannya di sektor swasta lainnya, seperti posisinya sebagai Komisaris Utama Layar Digi, di mana ia terus konsisten mendorong pengembangan bioskop mikro (micro-cinema) guna memperluas akses masyarakat terhadap film-film nasional sekaligus menciptakan jalur distribusi alternatif bagi para sineas lokal.

2. Penguatan Perspektif Perempuan dan Perlindungan Konsumen

Fokus kedua yang menjadi prioritas Sara adalah memberikan perhatian khusus pada aspek perempuan dan konsumen. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas konsumen dari produk-produk yang dihasilkan oleh Victoria Care Indonesia adalah kaum perempuan. Bagi Sara, realitas demografis ini memberikan ruang yang sangat luas untuk menerapkan perspektif yang relevan, sensitif, dan berorientasi pada kesejahteraan keluarga.

Pengalaman panjang Sara dalam mengadvokasi isu-isu perempuan dan anak menjadi kompas penting dalam merumuskan kebijakan perusahaan yang ramah konsumen. Sara meyakini bahwa keterwakilan perempuan di tingkat pengambil keputusan tertinggi (decision-making table) bukan sekadar pemenuhan formalitas atau kuota gender semata. Kehadiran perempuan di posisi strategis sangat krusial untuk memastikan bahwa berbagai sudut pandang, kebutuhan spesifik, serta perlindungan terhadap konsumen perempuan dipertimbangkan secara matang dalam setiap keputusan bisnis yang diambil.

Kepedulian Sara terhadap pemberdayaan perempuan juga diwujudkan secara nyata melalui pendirian Saraswati Fellowship. Program kepemimpinan dan bimbingan (mentoring) intensif selama tiga bulan ini dirancang khusus untuk mencetak pemimpin-pemimpin perempuan masa depan. Pada angkatan pertamanya, program ini berhasil mempertemukan 30 perempuan muda berprestasi dari berbagai wilayah di Indonesia dengan para mentor senior dan pemimpin lintas industri, guna mempersiapkan mereka mengemban tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar di masyarakat.

Komitmen sosial Sara ini juga diperkuat oleh dedikasinya yang konsisten dalam memerangi berbagai isu sosial krusial di Indonesia. Ia dikenal aktif dalam gerakan pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), advokasi pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai tantangan riil yang dihadapi oleh perempuan Indonesia, Sara berharap dapat membawa VICI menjadi korporasi yang tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang kuat terhadap konsumennya.

3. Kolaborasi Strategis, Kemitraan, dan Pembukaan Peluang Baru

Fokus ketiga yang ditekankan oleh Sara adalah pentingnya mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui kolaborasi, kemitraan strategis, dan penciptaan peluang-peluang bisnis baru. Menurut filosofi bisnisnya, sebuah perusahaan dapat tumbuh secara konsisten dan bertahan lama jika mampu bertindak sebagai penghubung yang efektif antara berbagai elemen penting dalam ekosistem industri.

Sara meyakini bahwa kunci kesuksesan bisnis modern terletak pada kemampuan untuk mengoneksikan gagasan inovatif dengan ketersediaan modal, menyambungkan kekuatan merek dengan kebutuhan pasar yang dinamis, serta mempertemukan pelaku usaha lokal dengan mitra-mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional. Peran Sara sebagai jembatan kolaborasi ini telah terbukti sukses pada beberapa proyek strategis yang ia pimpin sebelumnya.

Salah satu contoh nyata dari implementasi strategi kolaboratif ini adalah kerja sama taktis antara Layar Digi dengan jaringan ritel raksasa Alfamart. Kolaborasi ini berhasil membangun jalur distribusi baru yang inovatif bagi industri perfilman nasional, sehingga mampu menjangkau penonton di wilayah-wilayah yang belum memiliki bioskop konvensional. Di samping itu, melalui gerakan Nusantara Rising yang diusung oleh KADIN Indonesia, Sara secara aktif merangkul berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari jajaran pemerintahan, pelaku usaha swasta, para kreator konten, akademisi, komunitas lokal, hingga media massa. Sinergi multisektoral ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional agar memiliki daya saing yang kokoh di pasar global.

Fokus pada Arah Kontribusi Baru: Mundur dari PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)

Seiring dengan rencana ekspansi perannya ke sektor kecantikan dan kebugaran bersama Victoria Care Indonesia, Rahayu Saraswati juga mengambil keputusan penting terkait posisinya di perusahaan lain. Sara secara resmi telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Komisaris Utama di PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), sebuah emiten yang bergerak di sektor pengembangan properti dan real estat.

Keputusan pengunduran diri dari posisi puncak pengawasan di TRIN tersebut diambil setelah melalui pertimbangan yang sangat matang mengenai fokus waktu, energi, serta arah kontribusi strategis yang ingin ia berikan di masa depan. Dengan melepaskan jabatan di sektor properti, Sara dapat mencurahkan perhatian penuhnya untuk mengawal transformasi dan pertumbuhan bisnis di Victoria Care Indonesia, sekaligus menjalankan agenda-agenda sosial dan kebudayaan berskala nasional yang tengah ia pimpin.

Langkah korporasi ini menandai babak baru dalam perjalanan karier profesional Rahayu Saraswati di dunia usaha. Kombinasi antara kepemimpinan visioner, komitmen terhadap pemberdayaan perempuan, serta kemampuan membangun kemitraan strategis diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi kinerja keuangan dan reputasi sosial PT Victoria Care Indonesia Tbk di masa-masa yang akan datang.

Advertisements

Also Read

Tags