BANYU POS NEW YORK. Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Jumat (9/10/2026), didorong oleh penghentian produksi minyak di Teluk Meksiko menjelang kedatangan Badai Isaias.
Gangguan pasokan ini menahan tekanan harga dari perkembangan diplomasi Amerika Serikat (AS) dan Iran serta rencana China melanjutkan ekspor bahan bakar olahan.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman mendatang ditutup naik 44 sen atau 0,42% menjadi US$ 104,72 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 36 sen atau 0,39% ke level US$ 91,85 per barel.
Harga Minyak Dunia Naik, Pasar Tunggu Sinyal Pembicaraan AS-Iran
Kenaikan harga terjadi setelah perusahaan minyak menghentikan sebagian besar produksi di wilayah perairan AS di Teluk Meksiko untuk mengantisipasi dampak badai.
Hingga Kamis (8/10/2026), sekitar 1,3 juta barel per hari produksi minyak atau 62,9% dari total produksi saat ini telah dihentikan, berdasarkan data otoritas mineral laut AS.
Di sisi lain, harga minyak sempat tertekan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah berlangsung produktif.
Trump juga mengatakan AS tidak berencana menyerang Iran sebelum pemilihan sela Kongres pada 3 November 2026.
Analis PVM Oil Associates Tamas Varga mengatakan, pernyataan Trump mengenai Iran dan rencana China melanjutkan ekspor bahan bakar olahan menjadi faktor yang menekan harga minyak.
China, sebagai importir minyak terbesar di dunia, berencana kembali mengekspor bahan bakar olahan setelah sempat menghentikan pengiriman selama libur Golden Week. Perkembangan ini berpotensi menambah pasokan produk minyak di pasar global.
Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun, Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Pasokan
Meski demikian, pasar minyak masih dibayangi ketidakpastian pasokan akibat konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina. Kedua konflik tersebut telah mengganggu pasokan bahan bakar olahan, termasuk bensin, bahan bakar pesawat, dan terutama solar.
Ketegangan di kawasan Teluk juga meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sebelum perang, jalur tersebut dilalui pengiriman minyak dan bahan bakar yang setara dengan sekitar 20% pasokan global.
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tengah meninjau tanggapan AS atas proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Sementara itu, AS tetap menekan Iran melalui sanksi ekonomi. Washington menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu, jaringan, dan 17 kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak mentah, produk minyak, serta petrokimia Iran.
Harga Minyak Dunia Naik Rabu (7/10), Badai AS dan Serangan Houthi Ancam Pasokan
Secara mingguan, harga minyak Brent dan WTI berada di jalur untuk mencatat kenaikan.
Pergerakan harga masih dipengaruhi tarik-menarik antara risiko gangguan pasokan akibat badai dan konflik geopolitik dengan peluang meredanya ketegangan AS-Iran serta bertambahnya pasokan bahan bakar dari China.




