BANYU POS JAKARTA. PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) telah mengambil langkah strategis yang signifikan dalam memperkuat posisinya di pasar gas industri Kalimantan. Melalui kemitraan strategis dengan PT Kaltim Parna Industri (KPI), SBMA berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas pasokan dan jaringan distribusi gas industri di wilayah tersebut. Kerjasama ini diwujudkan dengan rencana peningkatan kapasitas tangki penyimpanan hingga 3,5 kali lipat, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memenuhi pertumbuhan permintaan yang dinamis di berbagai sektor industri di Kalimantan. Langkah ini tidak hanya menegaskan visi SBMA untuk menjadi pemain kunci dalam ekosistem gas industri regional, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap efisiensi operasional dan keandalan pasokan.
Kemitraan dengan KPI menjadi fondasi penting bagi SBMA untuk mewujudkan ambisinya memperluas jaringan distribusi secara bertahap. Rencana ekspansi ini akan menjangkau berbagai wilayah di Kalimantan dan area sekitarnya, memastikan bahwa layanan dan produk gas industri dapat diakses oleh lebih banyak pelanggan. Kedekatan operasional antara kedua perusahaan di Kalimantan Timur diperkirakan akan membawa dampak positif yang besar, terutama dalam mendukung efisiensi logistik. Optimalisasi rantai pasok melalui lokasi yang strategis akan mengurangi biaya transportasi dan waktu pengiriman, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing serta kepuasan pelanggan di pasar yang semakin kompetitif.
Direktur Operasional dan Pemasaran Surya Biru Murni Acetylene, Fran Budianto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk memperkuat rantai pasok dan memperluas jangkauan pasar gas industri di Kalimantan. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Selasa (13/10/2026), Fran Budianto menyatakan, “Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem bisnis gas industri di Kalimantan melalui sinergi infrastruktur, pasokan, dan jaringan distribusi, sekaligus membuka peluang pertumbuhan pasar yang lebih luas.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam menciptakan sinergi yang komprehensif, mencakup aspek infrastruktur fisik, ketersediaan pasokan, hingga efektivitas jaringan distribusi. Sinergi semacam ini diharapkan dapat menciptakan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan dan penetrasi pasar yang lebih mendalam.
Penguatan rantai pasok yang diinisiasi oleh SBMA tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar yang sudah ada. Lebih dari itu, langkah ini juga dirancang sebagai fondasi strategis untuk menjangkau pasar baru melalui pengembangan infrastruktur yang terencana dan sistematis. Peningkatan kapasitas tangki penyimpanan yang signifikan, sekitar 3,5 kali lipat dari kapasitas saat ini, merupakan respons proaktif terhadap proyeksi pertumbuhan permintaan gas industri di Kalimantan. Penambahan kapasitas ini tidak hanya bertujuan untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan, tetapi juga untuk meningkatkan fleksibilitas dalam pengelolaan persediaan, serta memperkuat keandalan distribusi gas industri kepada pelanggan. Fleksibilitas ini krusial dalam menghadapi fluktuasi permintaan dan memastikan kontinuitas pasokan, bahkan dalam kondisi yang menantang sekalipun.
Fran Budianto lebih lanjut menjelaskan bahwa penambahan kapasitas penyimpanan adalah bagian tak terpisahkan dari strategi perusahaan untuk memastikan kesiapan infrastruktur sejalan dengan pengembangan pasar. “Penambahan kapasitas penyimpanan merupakan bagian dari strategi kami untuk memastikan kesiapan infrastruktur sejalan dengan pengembangan pasar, dengan tetap memperhatikan kesiapan rantai pasok, distribusi, dan kualitas layanan,” tuturnya. Penekanan pada kesiapan rantai pasok, distribusi, dan kualitas layanan menunjukkan pendekatan holistik SBMA. Mereka tidak hanya berinvestasi pada kapasitas fisik, tetapi juga pada optimalisasi seluruh ekosistem yang mendukung operasi gas industri, termasuk aspek logistik dan standar pelayanan yang tinggi. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan pelanggan dan mempertahankan keunggulan kompetitif di tengah dinamika pasar.
Manajemen SBMA memiliki pandangan optimis terhadap peluang pertumbuhan permintaan gas industri di Kalimantan, yang didorong oleh perkembangan di berbagai sektor vital. Sektor-sektor ini mencakup pertambangan, manufaktur, energi, kesehatan, konstruksi, serta makanan dan minuman. Setiap sektor memiliki kebutuhan spesifik akan gas industri yang esensial untuk operasional mereka. Misalnya, sektor pertambangan memerlukan oksigen untuk pengelasan dan pemotongan logam, nitrogen untuk inerting dalam proses pengeboran, dan asetilen untuk aplikasi pengelasan berpresisi tinggi. Sektor manufaktur menggunakan gas seperti argon untuk pengelasan, karbon dioksida untuk pendinginan dan proses tertentu, serta nitrogen untuk perlindungan atmosfer.
Di sektor energi, gas industri digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pembangkit listrik hingga proses pengolahan migas, di mana gas-gas seperti nitrogen berperan penting dalam keselamatan dan efisiensi. Sektor kesehatan memerlukan oksigen medis dan gas lain untuk peralatan medis vital. Sementara itu, industri konstruksi sangat bergantung pada gas untuk fabrikasi struktur logam, dan sektor makanan dan minuman menggunakan karbon dioksida untuk karbonasi, nitrogen untuk pengemasan atmosfer termodifikasi guna memperpanjang umur simpan produk, serta oksigen untuk proses pengolahan air. Diversifikasi kebutuhan ini menunjukkan potensi pasar yang sangat luas dan stabil bagi penyedia gas industri seperti SBMA.
Fran Budianto menekankan bahwa visi SBMA melampaui sekadar peningkatan volume penjualan. “Kami melihat peluang yang besar untuk mengembangkan pasar gas industri di Kalimantan. Fokus kami bukan hanya pertumbuhan volume, tetapi juga membangun distribusi dan layanan yang memberi nilai tambah bagi pelanggan,” jelasnya. Pernyataan ini menyoroti pendekatan berorientasi pelanggan yang diadopsi oleh SBMA. Dalam industri gas industri, nilai tambah dapat diartikan dalam berbagai bentuk, mulai dari keandalan pasokan yang tak tergoyahkan, dukungan teknis yang responsif, solusi pengiriman yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan yang ketat. Dengan fokus pada layanan bernilai tambah, SBMA berupaya membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggannya, bukan hanya sebagai pemasok, tetapi sebagai mitra strategis yang mendukung operasional dan pertumbuhan bisnis mereka.
Komitmen untuk membangun ekosistem bisnis gas industri yang kuat di Kalimantan melalui sinergi infrastruktur, pasokan, dan jaringan distribusi, merupakan investasi jangka panjang. Peningkatan kapasitas penyimpanan dan perluasan jaringan distribusi akan memungkinkan SBMA untuk lebih responsif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Ini juga akan memperkuat posisi SBMA sebagai penyedia gas industri yang terpercaya dan dominan di wilayah tersebut. Dengan infrastruktur yang lebih kuat dan layanan yang berorientasi nilai, SBMA siap untuk mendukung pertumbuhan industri di Kalimantan, berkontribusi pada pembangunan ekonomi regional, dan memastikan ketersediaan gas industri yang esensial untuk berbagai aplikasi vital. Langkah strategis ini adalah manifestasi dari visi perusahaan untuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga dalam kualitas layanan dan dampak positifnya bagi industri di Kalimantan.




