Danantara bertemu lembaga pemeringkat hingga investor di Bangkok, bahas apa?

Hikma Lia

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menggelar roundtable bersama para pemangku kepentingan di sektor keuangan Indonesia. Selain itu hadir pula para perwakilan lembaga penyedia indeks global dan juga investor.

Advertisements

Forum bertajuk Reform, Transparency and Capital: Indonesia’s Financial Sector and the Role of Danantara yang juga menjadi rangkaian dari agenda Dana Moneter Internasional (IMF) Annual Meeting di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10).

Dalam pertemuan ini hadir Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Deputi Gubernur di Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono, dan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Iding Parsi. Ada pula para perwakilan dari Moody’s Ratings, S&P Global Ratings, Fitch Ratings, International Finance Corporation (IFC), Standard Chartered Bank, J.P. Morgan, The TCW Group serta MSCI.

Advertisements

Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, acara ini digelar untuk membahas reformasi sektor keuangan dan peran Danantara Indonesia, khususnya di pasar modal. Menurut Pandu, forum yang berlangsung tertutup itu memberikan ruang bagi investor untuk menyampaikan masukan secara lebih terbuka.

Diskusi tidak hanya berlangsung dalam format tanya jawab, tetapi juga diwarnai berbagai pandangan dari lembaga pemeringkat, penyedia indeks dan pengelola dana global. Salah satu respons utama investor, kata Pandu, adalah apresiasi terhadap koordinasi antarlembaga pemerintah dalam mendorong reformasi sektor keuangan. Mereka menilai keselarasan di antara empat institusi negara menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia.

Pandu mengatakan, hal yang menarik dari diskusi tersebut adalah fokus investor yang tidak lagi terbatas pada pertanyaan teknis mengenai kebijakan fiskal. Sebaliknya, mereka mulai membahas peluang investasi dan kerja sama yang dapat dijalankan bersama Indonesia pada tahun depan.

“Yang menarik, pertanyaannya malah bukan detail soal kenapa budget balance seperti ini atau pertanyaan-pertanyaan teknis. Justru pertanyaannya, apa yang bisa kita investasikan bersama tahun depan dan apa yang bisa kita lakukan,” kata Pandu kepada Katadata usai acara roundtable Danantara di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10).

Lebih jauh Pandu mengatakan, keterbukaan komunikasi menjadi salah satu pesan penting dari pertemuan tersebut. Investor membutuhkan ruang untuk berdialog dengan pemerintah dan menyampaikan masukan secara langsung mengenai arah kebijakan ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.

Selain pertemuan dengan para pemangku kepentingan sektor keuangan, Danantara juga menggelar diskusi bersama investor global di pasar pendapatan tetap (fixed income). Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek yang lebih teknis, termasuk arah kebijakan Indonesia pada 2027.

Menurut dia, koordinasi tersebut menunjukkan terbentuknya kerja sama yang lebih erat di antara empat institusi negara. Kesamaan pandangan dan kemampuan untuk saling melengkapi dinilai penting agar Indonesia dapat menghadapi tantangan sekaligus menjaga kepercayaan investor global.

Advertisements

Also Read

Tags