IHSG merosot 1,33% pada Kamis (15/10), simak proyeksi untuk Jumat (16/10)

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,33% atau turun 79,24 poin ke level 5.863,78 pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 592 saham melemah, 119 saham menguat, dan 252 saham stagnan.

Advertisements

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen eksternal, terutama kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) yang memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Inflasi AS pada September 2026 meningkat menjadi 3,7% YoY, melampaui ekspektasi sebesar 3,6%. Sementara itu, inflasi inti naik menjadi 2,6%.

Advertisements

Cek Rekomendasi Teknikal Saham CTRA, AMMN, dan ESSA untuk Jumat (16/10)

Menurut Reza, kondisi tersebut memperkuat risiko kebijakan moneter ketat The Fed dan tekanan arus modal asing ke emerging markets. Kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun di atas 5% serta eskalasi geopolitik Timur Tengah juga turut menjaga sentimen risk-off.

Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), pelaku pasar akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan IMF–World Bank serta respons pasar terhadap data inflasi AS. Sikap The Fed yang lebih hawkish berpotensi menopang dolar AS dan menekan rupiah, sedangkan sinyal yang lebih moderat dapat membuka ruang stabilisasi.

Dari China, surplus perdagangan September sebesar US$ 133,5 miliar dengan pertumbuhan impor 31% YoY berpotensi menjadi katalis positif bagi prospek perdagangan regional.

“IHSG mengonfirmasi pola Head & Shoulders setelah menembus neckline 6.000. MACD masih negatif dan indeks berada di bawah MA20 (6.133), menjaga bias bearish,” kata Reza kepada Kontan, Kamis (15/10/2026). 

Dengan kondisi tersebut, Reza memperkirakan IHSG bergerak terbatas pada Jumat (16/10/2026), dengan rentang support di 5.745 dan resistance di kisaran 5.920-6.000 sambil menunggu konfirmasi teknikal serta katalis sentimen signifikan untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Sementara itu, Head of Research MNC SekuritasHerditya Wicaksana menyebut, koreksi IHSG pada Kamis (15/10/2026) sejalan dengan pelemahan bursa global dan mayoritas bursa Asia yang juga terkoreksi setelah rilis data inflasi AS September 2026.

Saham Telekomunikasi dan Menara Rontok, Saham Saham Rekomendasi Analis

Herditya melihat kenaikan inflasi AS menjadi 3,7% YoY masih cukup jauh dari target inflasi The Fed. Kondisi tersebut diperkirakan membuat The Fed cenderung bersikap hawkish dalam kebijakan suku bunganya.

Sikap tersebut juga berpotensi mendorong kenaikan yield US Treasury yang saat ini masih berada di atas 5% serta meningkatkan outflow dari emerging market. 

Untuk perdagangan Jumat (16/10/2026), Herditya memperkirakan IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah terkoreksi selama dua hari berturut-turut.

Pelaku pasar juga akan mencermati rilis data indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS. Herditya memproyeksikan IHSG memiliki level support di 5.841 dan resistance di 5.883.

Adapun saham yang perlu dicermati untuk perdagangan Jumat meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rentang 6225- 6350, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di kisaran 7125-7275, serta PT Timah Tbk (TINS) pada rentang 4320-4580.

Advertisements

Also Read

Tags