BANYU POS JAKARTA. Pergerakan saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) tampak positif di tengah tekanan yang melanda pasar modal domestik akibat isu MSCI. Pada Penutupan perdangan Senin (19/10/2026), TUGU menguat 3,2% ke level Rp 1.290.
Pengumuman MSCI terkait rencana perubahan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market telah memicu koreksi tajam IHSG hingga 11,57% pada Jumat (16/10/2026). Investor asing membukukan penjualan bersih sekitar Rp3,4 triliun di pasar saham domestik. Koreski IHSG berlanjut, ditutup minus 3,64% ke level 4.996 pada Senin (19/10/2026).
Nilai transaksi TUGU terus meningkat dari kondisi normal disertai pembelian bersih asing. Pada Jumat lalu, asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 3,2 miliar dan pada Senin mencapai Rp 454,3 juta.
Tren akumulasi investor asing terutama institusi sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek, sepanjang Juni hingga September 2026 kelompok investor korporasi menambah 3,71 juta saham TUGU. Kenaikan juga terjadi pada kategori penasihat investasi sebanyak 1,02 juta saham, perbankan sekitar 711.000 saham, dan reksa dana 623.000 saham.
RUPSLB Tugu Insurance Setujui Pengalihan Portofolio Unit Usaha Syariah
Kategori firma turut meningkatkan kepemilikan sekitar 600.000 saham, sementara institusi asuransi menambah 253.000 saham. Sebaliknya, kepemilikan investor individu berkurang sekitar 5,95 juta saham dalam periode yang sama.
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis melihat kombinasi fundamental dan valuasi sebagai pertimbangan yang semakin relevan ketika investor menghadapi ketidakpastian pasar. Menurutnya, perusahaan dengan profitabilitas terjaga dan kebijakan dividen yang konsisten berpotensi tetap menarik perhatian.
“Di pasar yang volatil, investor biasanya lebih selektif. Saham dengan valuasi relatif rendah, kinerja usaha yang kuat, dan riwayat pembagian dividen dapat menjadi alternatif untuk dicermati. TUGU memiliki sejumlah karakteristik tersebut,” kata Abdul, Senin (19/10/2026).
Prospek TUGU Ditopang Investasi Migas
Kinerja keuangan TUGU memberikan konteks terhadap penilaian tersebut. Pada semester I-2026, hasil jasa asuransi meningkat 85,6% secara tahunan menjadi Rp602,9 miliar, sedangkan pendapatan usaha lainnya tumbuh 24,6% menjadi Rp321,3 miliar.
Pertumbuhan pada dua pos tersebut berjalan seiring dengan kenaikan laba bersih sebesar 76,8% menjadi Rp480,3 miliar. TUGU juga membagikan dividen dengan rasio pembayaran mencapai 50% dari laba tahun buku 2025.
Ke depan, publikasi kinerja kuartal III-2026 menjadi titik perhatian berikutnya. “Laporan kuartal III akan membantu pasar menilai keberlanjutan pertumbuhan TUGU. Jika hasilnya tetap kuat, fundamental dan valuasi dapat kembali menjadi perhatian investor,” ujar Abdul.




