Pembangunan Graha Lestari (PGLI) ekspansi Le Chic Bakehouse, buka gerai baru di Medan

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) memperluas bisnis kuliner melalui pengembangan Le Chic Bakehouse. Perusahaan kembali membidik pusat perbelanjaan atau mal di Medan sebagai lokasi ekspansi, sekaligus menyiapkan produk baru untuk menarik minat konsumen.

Advertisements

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PGLI mengembangkan bisnis bakehouse setelah aktivitas masyarakat kembali normal pascapandemi Covid-19. Perusahaan melihat pusat perbelanjaan sebagai salah satu lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan konsumen.

Direktur PGLI Linda Sari mengatakan, perusahaan mulai kembali membuka gerai di mal. Salah satunya melalui pembukaan gerai Le Chic Bakehouse dengan konsep baru di Centre Point Mall Medan pada 20 September 2026.

Advertisements

Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,11% ke Rp 18.080 per Dolar AS pada Jumat (23/10)

“Sejauh ini antusiasme masyarakat positif. Untuk bakehouse ini kita memang mencoba kembali masuk ke mall-mall, karena sekarang kan sudah normal, sesudah pandemi Covid-19. Jadi kita mencoba memasuki kembali untuk membuka outlet di mall,” ujar Linda dalam paparan publik, Selasa (13/10/2026).

Menurut Linda, pembukaan gerai di mal tidak berhenti pada satu lokasi. PGLI berencana melanjutkan ekspansi secara bertahap ke sejumlah pusat perbelanjaan lain, dengan tetap memperhatikan pengembangan produk untuk menjaga daya tarik bisnis.

“Kami sangat percaya diri, sangat yakin untuk kembali mencoba membuka di beberapa mall lainnya. Dan tentunya itu kami bagi dengan pengembangan beberapa produk baru, yang tentunya kami harapkan akan menarik minat dari masyarakat,” katanya.

Meski demikian, ekspansi tersebut tetap mempertimbangkan kebutuhan investasi dan biaya operasional. PGLI belum mengungkapkan nilai belanja modal atau capital expenditure (capex) khusus untuk pengembangan Le Chic Bakehouse.

Linda bilang, biaya pembukaan gerai antara lain dipengaruhi tarif sewa yang berbeda di setiap mal. Karena itu, perusahaan berupaya memilih lokasi dengan mempertimbangkan kesesuaian tempat dan biaya yang harus dikeluarkan.

PGLI juga berusaha menjaga biaya renovasi agar tidak terlalu besar, tetapi tetap mempertahankan estetika dan daya tarik gerai. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan perlu menyeimbangkan kebutuhan menghadirkan konsep outlet yang menarik dengan pengendalian biaya investasi.

Bitcoin Bertahan di Atas US$ 80.000 Sebulan Terakhir, Cermati Risiko Koreksi

Selain membuka gerai baru, PGLI akan mengevaluasi outlet yang kontribusi labanya masih rendah. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan pengembangan jaringan gerai tetap mempertimbangkan potensi keuntungan, bukan hanya penambahan jumlah outlet.

Bakehouse di Tengah Perbaikan Kinerja PGLI

Strategi ekspansi Le Chic Bakehouse berlangsung ketika pendapatan segmen bakehouse masih mengalami tekanan. Pada kuartal II-2026, pendapatan segmen ini tercatat Rp 5,35 miliar, turun 3,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,53 miliar.

Meski pendapatan menurun, laba bruto bakehouse meningkat menjadi Rp 2,38 miliar dari Rp 2,28 miliar pada kuartal II-2025. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penurunan pendapatan tidak diikuti penurunan laba bruto pada periode tersebut.

Secara konsolidasi, PGLI membukukan pendapatan Rp 10,45 miliar pada kuartal II-2026, meningkat dibandingkan Rp 9,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bruto perusahaan juga naik menjadi Rp 5,10 miliar dari Rp 3,68 miliar.

Perbaikan turut terlihat pada laba usaha. PGLI mencatat laba usaha Rp 87 juta pada kuartal II-2026, berbalik dari rugi usaha Rp 1,25 miliar pada kuartal II-2025. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 125 juta, dibandingkan rugi bersih Rp 1,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Simak Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Semen Ini

PGLI mencatat laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 293 juta pada kuartal II-2026. Manajemen menjelaskan, capaian tersebut turut ditopang pendapatan lain-lain dari penjualan aset bergerak yang nilai bukunya telah habis.

Di luar bisnis bakehouse, PGLI mengandalkan segmen perhotelan melalui Travellers Suites Medan. Perusahaan berupaya mengoptimalkan pemasaran kamar dan ballroom, sekaligus melakukan efisiensi biaya operasional, termasuk penggunaan listrik.

Pendapatan segmen hotel pada kuartal II-2026 tercatat Rp 5,10 miliar, meningkat dari Rp 3,73 miliar pada kuartal II-2025. Laba bruto hotel juga naik menjadi Rp 2,72 miliar dari Rp 1,39 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PGLI juga memiliki anak usaha PT Aek Simonggo Energy (ASE) yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga minihidro. Berdasarkan penjelasan manajemen dalam paparan publik, pembangkit tersebut mulai menjual listrik kepada PT PLN sejak Februari 2026. Namun, materi yang tersedia belum merinci besaran kontribusi penjualan listrik ASE terhadap pendapatan konsolidasi PGLI.

Dari sisi neraca, total aset PGLI per akhir Juni 2026 tercatat Rp 34,18 miliar, sedangkan total liabilitas mencapai Rp 21,22 miliar. Ke depan, pengembangan Le Chic Bakehouse, optimalisasi bisnis hotel, dan kegiatan usaha energi menjadi bagian dari portofolio bisnis yang dijalankan PGLI. 

Advertisements

Also Read

Tags