Harga emas dunia tertekan, simak proyeksi emas Antam akhir Oktober 2026

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Harga emas dunia menghadapi tekanan menjelang akhir Oktober 2026 akibat kenaikan harga minyak mentah dan meningkatnya ekspektasi suku bunga Amerika Serikat (AS) bertahan tinggi. Meski demikian, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih stabil di tengah koreksi harga emas global.

Advertisements

Mengutip Bloomberg, harga emas spot ditutup di level US$ 3.996,10 per ons troi pada perdagangan Jumat (23/10/2026), turun 0,71% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Secara mingguan, harga emas dunia melemah 4,14% dan kembali berada di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons troi.

Tekanan terhadap harga emas terjadi seiring lonjakan harga minyak mentah Brent ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Serangan kelompok Houthi di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi yang dapat mendorong inflasi.

Advertisements

Sentimen negatif juga datang dari data inflasi konsumen dan produsen AS yang meningkat lebih tinggi dari perkiraan, terutama akibat kenaikan biaya energi. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.

Prospek Saham EBT, Simak Rekomendasi BREN, PGEO, KEEN, dan TOBA

Ekspektasi suku bunga tinggi cenderung menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Di sisi lain, kenaikan indeks dolar AS turut mengurangi daya tarik emas bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan pada 27–28 Oktober 2026. Investor juga mencermati data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan rilis pada 29 Oktober 2026 untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Harga emas Antam hari ini stabil

Di pasar domestik, harga emas batangan bersertifikat Antam yang dipasarkan melalui Logam Mulia masih bertahan di level Rp 2.540.000 per gram pada Sabtu (24/10/2026). Harga tersebut tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya, meskipun harga emas dunia mengalami koreksi.

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap harga emas masih berlanjut seiring tingginya indeks dolar AS dan ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi.

“Mempertahankan suku bunga ini bukan berarti harga emas ini akan melonjak, tetapi emas masih akan terus terkoreksi karena tingginya harga indeks dolar,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).

Buyback AMMN Rp 1 Triliun, Simak Rekomendasi dan Target Harganya

Meski menghadapi tekanan dalam jangka pendek, Ibrahim masih melihat peluang penguatan harga emas pada periode selanjutnya.

“Saya masih optimis bahwa logam mulia ini maupun emas dunia masih akan naik,” katanya.

Proyeksi harga emas dunia dan Antam pekan terakhir Oktober

Untuk perdagangan pekan terakhir Oktober 2026, Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia bergerak dengan level support di US$ 3.951 dan US$ 3.884 per ons troi. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di US$ 4.053 dan US$ 4.138 per ons troi.

Level support merupakan area yang berpotensi menahan penurunan harga, sedangkan resistance merupakan area yang berpotensi membatasi kenaikan harga.

Adapun untuk emas Antam, Ibrahim memproyeksikan level support berada di Rp 2.505.000 dan Rp 2.390.000 per gram. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di Rp 2.545.000 dan Rp 2.690.000 per gram.

Advertisements

Also Read

Tags