BANYU POS – , JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah ke level Rp18.135 pada perdagangan Selasa (27/10/2026).
Pelemahan rupiah mempertegas tekanan yang masih membayangi mata uang domestik di tengah tingginya ketidakpastian pasar global.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda terdepresiasi ke level Rp18.135 per dolar Amerika Serikat (AS), terkoreksi 55 poin atau 0,30% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Sejalan dengan pelemahan rupiah, pergerakan mata uang kawasan Asia pagi ini terpantau bervariasi terhadap dolar AS dengan kecenderungan melemah.
Rupiah terhadap dolar AS terpantau memimpin pelemahan, diikuti rupee India melemah 0,26%, yen Jepang melemah 0,11%, peso Filipina melemah 0,09%, yuan China melemah 0,03%, dan dolar Singapura melemah 0,02%.
Sebaliknya dolar Baru Taiwan terhadap dolar AS menguat paling tajam sebesar 0,15%, diikuti on Korea Selatan menguat 0,14%, baht Thailand menguat 0,05%, ringgit Malaysia menguat 0,04%.
Sementara itu, dolar Hong Kong terpantau stagnan.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah terjadi di tengah perkiraan pergerakan yang fluktuatif akibat beragamnya laporan dari Timur Tengah.
Mulai dari potensi serangan militer AS terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan hingga dinamika upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan. Selain itu, arus keluar dana asing (capital outflow) di pasar saham domestik masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan nilai tukar Rupiah.
“Rupiah diperkirakan masih fluktuatif di tengah beragam laporan dari Timur Tengah. Arus keluar dana asing di pasar saham domestik juga masih menjadi faktor yang membebani Rupiah,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Lukman Leong memproyeksikan Rupiah hari ini berpotensi bergerak fluktuatif dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.
U.S. DOLLAR / INDONESIAN RUPIAH – TradingView




