BANYU POS Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (27/10/2026).
Rupiah menjadi salah satu mata uang Asia yang mencatatkan penurunan bersama peso Filipina, sementara won Korea Selatan bergerak menguat.
Berdasarkan data Reuters pada pukul 02.07 GMT, rupiah berada di level Rp 18.130 per dolar AS, melemah 0,11% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 18.110 per dolar AS.
IHSG Rebound 0,67% ke 5.409 Awal Perdagangan Selasa (27/10), Ikuti Jejak Bursa Asia
Peso Filipina juga tertekan 0,12% ke level 63,946 per dolar AS dari posisi sebelumnya 63,87 per dolar AS. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,08% ke level 157,62 per dolar AS, sedangkan dolar Taiwan turun 0,04% ke level 32,520 per dolar AS.
Dolar Singapura turut melemah tipis 0,02% ke level 1,281 per dolar AS. Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 0,18% ke level 1.323,20 per dolar AS.
Baht Thailand juga menguat 0,06% ke level 33,740 per dolar AS, disusul ringgit Malaysia yang naik 0,02% ke level 4,084 per dolar AS.
Sementara itu, rupee India bergerak stabil di level 95,185 per dolar AS. Yuan China juga relatif stabil di level 6,669 per dolar AS.
Secara kumulatif sejak awal 2026, rupiah telah melemah sekitar 8,05% dibandingkan posisi akhir 2025 di level Rp 16.670 per dolar AS.
Pelemahan rupiah tersebut setara dengan penurunan peso Filipina yang juga terkoreksi sekitar 8,05% sejak akhir tahun lalu.
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 18.137 Per Dolar AS Hari Ini (27/10), Asia Mixed
Di antara mata uang Asia yang tercantum dalam data Reuters, won Korea Selatan mencatatkan penguatan terbesar sejak akhir 2025, yakni 8,87%. Yuan China juga menguat 4,78%, sedangkan dolar Singapura naik 0,37%.
Sebaliknya, baht Thailand melemah 6,79% sepanjang tahun berjalan, disusul rupee India yang terkoreksi 5,58%. Yen Jepang melemah 0,62%, ringgit Malaysia turun 0,69%, sedangkan dolar Taiwan terdepresiasi 3,33%.




