Bisnis.com, JAKARTA — PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE) menyampaikan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekitar 35% (year on year/YoY) dapat memberikan dampak terhadap produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau unit-linked. Namun, portofolio perusahaan tersebut dinilai tetap terjaga.
Meski demikian, Presiden Direktur MSIG Life, Wianto Chen, menyebut bahwa secara umum premi perusahaan pada 2026 masih mencatatkan pertumbuhan yang positif, termasuk produk tradisional.
“Produk tradisional kita bertumbuh positif, ini menunjukkan shifting di market dan juga antisipasi kita terhadap situasi yang mungkin terjadi untuk produk-produk seperti unit-linked,” ujarnya dalam acara Public Expose MSIG Life di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Wianto menambahkan, meski volatilitas pasar terjadi, kinerja investasi MSIG Life masih lebih baik dibandingkan pasar. Sejumlah saham dalam portofolio mengalami penurunan yang lebih kecil dibandingkan indeks, sedangkan instrumen pendapatan tetap dan pasar uang masih memberikan imbal hasil yang positif.
Di sisi lain, dia turut menjelaskan bahwa unit-linked merupakan produk jangka panjang, sehingga pihaknya berharap produk ini terus pulih secara jangka menengah dan panjang.
Wianto juga menekankan perusahaan tetap mendampingi nasabah melalui komunikasi dan tindak lanjut oleh tenaga pemasaran, serta edukasi keuangan secara rutin.
Upaya tersebut, imbuhnya, turut mendorong pergeseran pilihan investasi nasabah pada produk unit-linked, dari yang sebelumnya didominasi dana saham menjadi lebih berimbang dengan dana pasar uang dan pendapatan tetap.
“Sehingga sekarang itu balance antara tiga part ini, ini memperlihatkan juga kematangan consumer, nasabah-nasabah yang kita miliki, terhadap literasi keuangan ini, sehingga bisa diversifikasi, mengalokasi lebih baik lagi,” jelasnya.
Menilik laporan keuangannya per Juni 2026, MSIG Life mencatatkan jumlah investasi Rp13,506 triliun, turun 0,01% (YoY) dari Rp13,508 triliun.
Terperinci, porsi terbesar masih dipegang oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8,17 triliun per Juni 2026 atau naik 10,96% (YoY). Kemudian, diikuti Obligasi sebesar Rp1,82 triliun atau turun 17,56% (YoY), dan saham sebesar Rp1,25 triliun atau turun 25,68% (YoY).
Track all markets on TradingView




