BANYU POS – JAKARTA. PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) mencatatkan pertumbuhan kinerja hingga kuartal III-2026, ditopang peningkatan penjualan lahan di Kawasan Industri Cikembar. Serta kontribusi pendapatan berulang dari aktivitas kawasan.
CSIS membukukan pendapatan Rp 85,1 miliar hingga September 2026. Nilai tersebut meningkat 22,6% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp 69,4 miliar pada periode sama 2025.
Investor Relation CSIS Ravenal Arvense mengatakan, pertumbuhan tersebut terutama didorong penjualan land lot yang meningkat 68,3% YoY menjadi Rp 45,7 miliar, dengan sebagian besar penjualan tersebut berasal dari Kawasan Industri Cikembar. Segmen ini menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 53,7% dari total pendapatan CSIS.
“Peningkatan penjualan lahan tersebut menunjukkan bahwa Cikembar mulai mendapatkan traction komersial yang semakin kuat, seiring berjalannya monetisasi kawasan dan meningkatnya kontribusi Cikembar terhadap kinerja Perseroan,” ujar Rave dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).
IHSG Diprediksi Masih Tertekan Pekan Depan, Simak Rekomendasi EXCL, MEDC, dan TAPG
Pendapatan berulang juga menunjukkan perkembangan positif. Service charges tumbuh 34,4% YoY menjadi Rp 10,9 miliar, sementara warehouse/rental memberikan kontribusi sebesar Rp 1,8 miliar.
Secara gabungan, kedua sumber pendapatan tersebut meningkat 57,1% YoY menjadi Rp 12,7 miliar, menunjukkan semakin besarnya kontribusi aktivitas berulang di kawasan yang dikelola perusahaan.
Dengan demikian CSIS mencatatkan laba bersih sebesar Rp 30,6 miliar, tumbuh 24,5% YoY, dengan net profit margin meningkat menjadi 36,0% dari 35,4%.
Rave mengatakan, Kawasan Industri Cikembar ke depan tetap menjadi motor pertumbuhan utama CSIS. Fokus pengembangan diarahkan pada penyelesaian infrastruktur kawasan, perluasan basis tenant, dan pengembangan landbank.
Dana hasil rights issue yang telah mulai dialokasikan juga memperkuat kapasitas CSIS untuk melanjutkan pengembangan kawasan dan membuka ruang monetisasi yang lebih besar ke depan.
“Di samping penjualan properti, CSIS terus memperkuat sumber recurring income melalui service charges dan warehouse/rental, yang diharapkan meningkat seiring bertambahnya tenant dan aktivitas operasional di dalam Kawasan,” kata Rave.
Sementara itu, Tenjojaya Hills mulai memasuki tahap pengembangan awal. Setelah kerja sama dengan Fakultas Pertanian IPB, Perseroan melalui PT Cahaya Untuk Anak Nusantara mulai menjalankan penyusunan masterplan dan kajian pengembangan pertanian modern serta eduwisata sebagai fondasi pengembangan kawasan.
Dalam jangka panjang, Tenjojaya diarahkan menjadi kawasan dengan konsep Integrated Agricultural-Based Healing Haven yang mengintegrasikan smart agriculture dan agrowisata, healing & wellness, senior living & healthcare, serta eco-homes & community living, dengan fokus pada pengembangan sumber recurring revenue.
Harga Emas Spot Merosot ke Level Terendah Sejak Oktober 2025




