BANYU POS JAKARTA. Langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah emiten yang terindikasi melanggar aturan pasar modal dinilai menjadi sinyal kuat bahwa regulator mulai memperketat penegakan hukum.
Co-Founder Pasar Dana sekaligus praktisi pasar modal Hans Kwee menilai, langkah OJK tersebut sudah tepat. Besaran sanksi dan denda yang dijatuhkan bahkan disebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.
Menurut Hans, besarnya sanksi administratif dan denda yang dikenakan menunjukkan perubahan pendekatan pengawasan OJK.
Regulator dinilai mulai bergerak dari penegakan yang sebatas administratif menuju penindakan yang lebih substantif dan memberikan konsekuensi finansial nyata bagi pelanggar.
OJK dan SRO Gelar Dialog dengan Pelaku Pasar Modal Soal Reformasi Bursa
“Sanksi berat ini diyakini sangat efektif untuk menciptakan efek jera, sekaligus memulihkan kredibilitas regulator di mata investor domestik maupun internasional,” ujar Hans.
Penelusuran dugaan pelanggaran juga dinilai perlu diperluas, terutama terhadap saham-saham yang melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Hans menyebut, dari sekitar 61 saham yang masuk kategori konsentrasi kepemilikan saham tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) per September 2026, sebanyak 33 emiten tengah ditindaklanjuti OJK melalui pemeriksaan intensif.
Menurut dia, gelombang IPO dalam beberapa tahun terakhir cukup masif. Sejumlah saham bahkan mencatatkan pergerakan harga ekstrem tidak lama setelah resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Karena itu, rencana OJK mengumumkan kembali hasil pemeriksaan atau penindakan terhadap emiten pada pekan depan menjadi langkah positif.
OJK-SRO Gelar Pertemuan Konsolidasi dengan Pelaku Pasar, Ini yang Dibahas
Artinya, pembenahan pasar modal tidak hanya menyasar kasus yang sebelumnya mencuat, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Dampak terhadap pasar saham
Dari sisi pasar, Hans menilai penegakan hukum yang lebih tegas akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Langkah tersebut menunjukkan kehadiran regulator dalam menjaga kepatuhan dan memastikan seluruh pelaku pasar bermain sesuai aturan.
Meski demikian, pengumuman sanksi maupun pemeriksaan terhadap emiten berpotensi memicu gejolak harga saham dalam jangka pendek, terutama pada saham-saham yang terkait dengan proses penindakan.
Namun, dalam jangka panjang, konsistensi penegakan hukum menjadi fondasi penting untuk membangun pasar modal yang sehat dan meningkatkan kepercayaan investor.
10 Cara Menaikkan Berat Badan yang Efektif dalam Seminggu
Hans menambahkan, pasar saham yang terbebas dari distorsi harga akibat praktik manipulasi akan lebih menarik bagi pengelola dana global.
Bagi investor, perkembangan penindakan OJK perlu disikapi secara rasional. Investor sebaiknya meningkatkan kedisiplinan dalam melakukan uji tuntas (due diligence) sebelum mengambil keputusan investasi.
Pemilihan saham juga perlu lebih mengutamakan emiten dengan fundamental bisnis yang jelas, profitabilitas solid, serta transparansi kepemilikan saham publik yang sehat dibandingkan mengejar saham spekulatif tanpa dukungan kinerja yang memadai.




