Rupiah stabil di Rp 18.135, mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Nilai tukar mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (3/11/2026).

Advertisements

Rupiah relatif stabil, sementara won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang yang menguat.

Berdasarkan data Reuters pada pukul 02.02 GMT, rupiah berada di level Rp 18.135 per dolar AS. Posisi ini menguat tipis 0,03% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp 18.140 per dolar AS.

Advertisements

Rupiah Ketinggalan Kereta Penguatan Mata Uang di Asia

Di tengah pelemahan mayoritas mata uang kawasan, won Korea Selatan menguat 0,33% ke level 1.341,6 per dolar AS. Yen Jepang juga naik tipis 0,03% ke posisi 157,9 per dolar AS.

Sebaliknya, peso Filipina mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,47% ke level 63,446 per dolar AS. Disusul dolar Taiwan yang melemah 0,32% ke posisi 32,695 dan yuan China turun 0,27% ke level 6,666 per dolar AS.

Dolar Singapura juga terkoreksi 0,11% ke posisi 1,280 per dolar AS. Sementara itu, ringgit Malaysia melemah 0,20% ke level 4,076 dan baht Thailand turun tipis 0,04% ke posisi 33,718 per dolar AS. Rupee India relatif stagnan di level 94,9 per dolar AS.

Meski relatif stabil dalam perdagangan harian, kinerja rupiah masih tertekan jika dilihat sejak awal tahun.

Sejak akhir 2025 hingga 3 November 2026, rupiah telah melemah 8,08% terhadap dolar AS. Pelemahan ini menjadi yang terdalam di antara mata uang Asia yang tercantum dalam data Reuters.

Rupiah Tertekan terhadap Dolar AS, Kinerjanya Tertinggal dari Mata Uang Asia

Peso Filipina menyusul dengan pelemahan 7,32%, baht Thailand 6,72%, rupee India 5,30%, serta dolar Taiwan 3,84%.

Di sisi lain, won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar sepanjang tahun berjalan, yakni 7,37%. Yuan China juga menguat 4,83%, sedangkan dolar Singapura naik 0,41%.

Dengan demikian, stabilitas rupiah pada perdagangan Selasa belum mengubah tren pelemahannya sepanjang tahun ini. Rupiah masih menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di antara sejumlah mata uang Asia dalam daftar tersebut.

Advertisements

Also Read

Tags