IHSG rontok 1,81% dekati level 5.000, pemilu sela AS bikin waspada

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) tertekan ke zona merah jelang akhir sesi I perdagangan Selasa (3/11/2026), terdorong oleh meningkatnya volatilitas pasar global jelas Pemilu Sela Amerika Serikat (AS). 

Advertisements

Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 10.55 WIB, IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 1,81% atau melemah 92,437 poin ke 5.004,393. Indeks sempat menyentuh level tertingginya di 5.143,582 pada awal sesi sebelum akhirnya sempat merosot hingga menyentuh level terendah 4.998,827.   

Tercatat sebanyak 493 saham mengalami penurunan, sementara hanya 124 saham yang menguat, dan 97 saham stagnan. Total nilai transaksi saham di bursa mencapai Rp3,835 triliun dengan volume perdagangan sebesar 10,069 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 601.853 kali.

Advertisements

Kenaikan koreksi IHSG sejalan dengan laporan BRI Danareksa Sekuritas yang menyoroti fokus pelaku pasar global terhadap penyelenggaraan Pemilu Sela AS.

BRI Danareksa menyebut pertarungan antara Partai Demokrat dan Partai Republik untuk merebut kendali Kongres menimbulkan ketidakpastian atas arah kebijakan fiskal, perdagangan, dan geopolitik pemerintahan Donald Trump.

Tercatat lebih dari 57 juta warga AS telah memberikan suara lebih awal, melampaui capaian 46 juta pemilih pada Pemilu Sela 2022. Tingginya partisipasi pemilih serta ketatnya persaingan politik memicu kehati-hatian investor global.

“Hal ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar global karena investor mencermati dampak hasil pemilu terhadap kebijakan fiskal, perdagangan, dan geopolitik AS. Perkembangan tersebut dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk IHSG,” tulis laporan BRI Danareksa, Selasa (3/11/2026).

Sebelumnya, riset BNI Sekuritas juga telah memproyeksikan potensi koreksi IHSG setelah indeks gagal bertahan di atas level resistance psikologis 5.100.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyampaikan kendati IHSG ditutup menguat 0,8% pada perdagangan kemarin, pergerakan indeks masih dibayangi net sell investor asing yang mencapai sekitar Rp376 miliar. 

Adapun saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada perdagangan kemarin meliputi BMRI, BBCA, PTBA, TINS, serta TLKM.

“Setelah IHSG kemarin gagal menembus resistance di 5.100, ada kemungkinan hari ini kembali melemah,” tulis Fanny dalam riset harian, Selasa (3/11/2026).

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memperkirakan area support IHSG berada pada 4.980–5.030, sementara area resistance berada di level 5.100–5.170.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read