Mengerikan! Halte TransJakarta Polda Metro & Senen Dibakar Massa

Hikma Lia

Halte TransJakarta Polda Metro Jaya dan Senen menjadi sasaran amukan massa dalam demonstrasi yang berlangsung di Jalan Sudirman dan depan Mako Brimob Kwitang, Jumat (29/9). Hingga pukul 22.00 WIB, situasi di kedua lokasi tersebut dilaporkan masih belum kondusif.

Advertisements

Kobaran api melahap Halte Transjakarta Polda Metro Jaya sekitar pukul 21.00 WIB, menerangi gelapnya malam di sekitar markas kepolisian tersebut. Asap hitam tebal membubung ke angkasa, menambah mencekam suasana. Massa demonstran terus berupaya menembus barikade polisi. Sementara itu, aparat kepolisian berupaya memukul mundur massa dengan menggunakan water cannon dan gas air mata.

Bahkan hingga pukul 21.45 WIB, demonstran tak kunjung surut. Mereka justru melemparkan petasan ke arah Polda Metro Jaya, memaksa sebagian orang yang berada di dalam area tersebut mencari perlindungan.

Baca juga:
* Bangunan Milik MPR di Bandung Dibakar Massa saat Aksi Unjuk Rasa
* Suasana Demo di Kwitang Makin Mencekam: Bentrok Massa dan Aparat, Gedung Dibakar

Advertisements

Sejumlah kelompok mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Universitas Indonesia (BEM UI), sebelumnya telah mengumumkan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya pada Jumat siang.

Aksi serupa juga terjadi di depan Mako Brimob, di mana massa membakar Halte TransJakarta Senen Toyota Rangga pada waktu yang hampir bersamaan.

“Betul, sebagian sisi Halte Senen Toyota Rangga dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ungkap Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Ayu Wardhani.

Ayu menambahkan bahwa aksi vandalisme dan perusakan fasilitas juga menimpa beberapa halte Transjakarta lainnya. Pihaknya sangat menyesalkan tindakan perusakan fasilitas publik tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga fasilitas umum agar dapat terus dimanfaatkan oleh banyak orang.

Saat ditanya mengenai jumlah halte Transjakarta yang menjadi korban pembakaran, Ayu menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan. “Karena CCTV sudah mati. Tim kami di lapangan tertahan saat akan mendekat ke lokasi,” jelasnya.

Aksi demonstrasi ini dipicu oleh jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR RI sehari sebelumnya. Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek daring, meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

Kericuhan di Pejompongan sendiri terjadi setelah aparat kepolisian memukul mundur berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat dini hari mengungkapkan bahwa tujuh aparat Brimob diduga terlibat dan berada di dalam rantis yang menewaskan Affan. Saat ini, ketujuh personel tersebut masih menjalani proses pemeriksaan.

Insiden tragis yang menimpa Affan ini memicu gelombang unjuk rasa susulan yang melibatkan ratusan anggota masyarakat dan sesama pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat.

Ringkasan

Demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 29 September, berujung pada pembakaran Halte TransJakarta Polda Metro Jaya dan Senen. Massa aksi membakar halte-halte tersebut, sementara aparat kepolisian berusaha memukul mundur demonstran dengan water cannon dan gas air mata. Pihak TransJakarta menyayangkan aksi vandalisme ini dan menghimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas umum.

Aksi demonstrasi ini dipicu oleh meninggalnya seorang pengemudi ojek daring akibat terlindas kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa sebelumnya di depan Gedung DPR RI. Tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat sedang dalam proses pemeriksaan. Insiden ini memicu unjuk rasa lanjutan di depan Mako Brimob Kwitang.

Advertisements

Also Read

Tags