Harga Perak Meroket: Peluang dari Pemangkasan Suku Bunga Fed?

Hikma Lia

Jakarta, IDN Times – Harga perak kembali mencetak rekor tertinggi, melampaui level yang sempat dicapai saat lonjakan harga di London pada Oktober lalu. Kenaikan harga perak yang signifikan ini terjadi di tengah ekspektasi pasar yang semakin kuat mengenai pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember 2025.

Advertisements

Selain harapan akan kebijakan moneter yang lebih longgar, derasnya arus dana yang masuk ke Exchange Traded Fund (ETF) berbasis logam mulia, serta kondisi pasokan perak yang masih terbatas, turut menjadi faktor pendorong reli harga perak dalam beberapa hari terakhir.

1. Harga Spot Perak Melonjak Didorong Sentimen Pasar yang Menguat

Harga spot perak mengalami kenaikan yang cukup tajam, mencapai 4,2 persen hingga menyentuh angka sekitar 55,66 dolar AS per ons. Sentimen penguatan harga ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor kunci. Pertama, harapan terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed memberikan dorongan psikologis kepada investor. Kedua, permintaan terhadap ETF berbasis perak terus meningkat, menunjukkan minat investor yang besar terhadap logam mulia ini. Terakhir, pasokan fisik perak yang tetap terbatas di pasar global semakin memperkuat tren kenaikan harga.

Advertisements

Pada hari Jumat (28/11/2025), perdagangan perak sempat diwarnai fluktuasi harga yang cukup signifikan akibat likuiditas yang menipis. Hal ini terjadi setelah penghentian perdagangan selama beberapa jam pada kontrak berjangka CME’s Comex Exchange. Untungnya, aktivitas perdagangan kembali berjalan normal pada pagi hari waktu Amerika Serikat.

2. Pasokan Global Masih Ketat Meski Ada Tambahan Stok di London

Kenaikan harga perak terbaru ini terjadi hanya berselang satu bulan setelah pasar London mengalami tekanan pasokan (supply squeeze) yang menyebabkan harga perak di sana lebih tinggi dibandingkan Shanghai dan New York. Meskipun sekitar 54 juta troy ounces perak telah tiba di London dan sedikit meredakan tekanan tersebut, pasar perak secara keseluruhan masih dalam kondisi ketat. Indikasinya terlihat dari biaya pinjaman perak satu bulan yang masih berada di atas level normal.

Masuknya pasokan perak ke London kini justru memberikan tekanan pada pusat-pusat perdagangan perak lainnya, termasuk Tiongkok. Data dari bursa menunjukkan bahwa persediaan perak di gudang yang terkait dengan Shanghai Futures Exchange saat ini berada pada titik terendah sejak tahun 2015.

“Dalam jangka pendek, kenaikan harga perak lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan jika persediaan perak terdaftar di Tiongkok terus mengalami penurunan,” tulis analis Commerzbank AG, seperti yang dilansir oleh Bloomberg.

3. Kekhawatiran Tarif AS dan Perpindahan Stok Pengaruhi Arus Perdagangan Perak

Para pelaku pasar juga terus memantau potensi penerapan tarif baru untuk perak, terutama setelah logam mulia ini dimasukkan dalam daftar mineral kritis US Geological Survey pada bulan November. Sejak awal Oktober, tercatat sekitar 75 juta ons perak telah keluar dari vault Comex di New York. Namun, kekhawatiran akan munculnya premi harga perak di AS membuat sejumlah pedagang menunda pengiriman perak ke luar negeri.

Sepanjang tahun ini, harga perak telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, mencapai hampir 90 persen. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan investor terhadap aset alternatif dalam tren yang dikenal sebagai debasement trade, yaitu strategi investasi untuk melindungi nilai aset dari potensi penurunan nilai mata uang. Optimisme terkait fundamental pasokan dan permintaan perak juga semakin menguat, karena pasar perak diperkirakan akan mengalami defisit pasokan untuk tahun kelima berturut-turut. Berbeda dengan emas, sebagian besar permintaan perak berasal dari sektor industri, seperti untuk produksi panel surya dan komponen elektronik.

4 Cara Memulai Investasi Perak Tanpa Modal Besar
Cara Investasi Perak untuk Pemula, Bisa Dibeli Online
Emas Catat Kenaikan 4 Bulan, Dekati Rekor Jelang Potong Suku Bunga

Ringkasan

Harga perak mencetak rekor tertinggi didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025, arus dana ke ETF logam mulia, dan pasokan yang terbatas. Harga spot perak naik 4,2 persen mencapai sekitar 55,66 dolar AS per ons. Pasar sempat mengalami fluktuasi harga akibat likuiditas yang menipis setelah penghentian perdagangan kontrak berjangka CME’s Comex Exchange.

Pasokan global masih ketat meski ada tambahan stok di London. Kenaikan harga perak juga dipengaruhi kekhawatiran tarif AS dan perpindahan stok. Sepanjang tahun ini, harga perak naik hampir 90 persen didorong permintaan investor dan defisit pasokan yang diperkirakan berlanjut untuk tahun kelima.

Advertisements

Also Read

Tags