
BANYU POS – JAKARTA. Pasar saham domestik menunjukkan performa yang mengesankan pada penutupan perdagangan Senin (29/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan, melaju 106,34 poin atau setara 1,25%, menuju level 8.644,25. Penguatan ini memberikan sentimen positif bagi para investor yang bersiap menghadapi perdagangan selanjutnya.
Menyambut perdagangan Selasa (30/12/2025), para analis pasar modal telah merilis rekomendasi saham teknikal pilihan yang patut dicermati investor. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai saham-saham yang diproyeksikan menarik perhatian:
1. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
Meskipun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sempat terkoreksi tipis 0,86% ke level Rp 1.150 pada penutupan Senin (29/12/2025), sinyal teknikalnya menunjukkan potensi penguatan. Analisis dari Nafan Aji Gusta, Mirae Asset Sekuritas, mengungkapkan bahwa BBTN bergerak menuju gelombang (b), didukung oleh sinyal positif dari indikator stochastics K_D dan RSI yang sama-sama menunjukkan arah positif. Dengan target harga yang diproyeksikan mencapai Rp 1.215, saham BBTN direkomendasikan dengan status Accumulative Buy.
ARPU Bisa Jadi Katalis, Simak Rekomendasi Saham Telkom (TLKM)
Level support kritis untuk BBTN berada di Rp 1.115, sementara resistance kunci yang perlu diperhatikan investor adalah Rp 1.215.
2. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)
Selanjutnya, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menunjukkan performa cemerlang dengan kenaikan 9,35% menjadi Rp 760 pada akhir perdagangan Senin (29/12/2025). Achmad Yaki dari BCA Sekuritas menyoroti beberapa indikator teknikal yang menjanjikan, termasuk kemunculan Hammer candle, penguatan RSI, potensi Golden Cross (GC) pada MACD, serta peningkatan volume perdagangan. Namun, investor disarankan untuk mewaspadai potensi Sell on Strength (SOS) jika saham gagal menembus rentang Rp 790-840. Untuk saham TOBA, rekomendasi yang diberikan adalah Trading Buy.
Saham ini memiliki level support di Rp 680 dan resistance di Rp 875, yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan investasi.
3. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
Tak ketinggalan, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga membukukan penguatan 5,15% dan ditutup di Rp 1.530 pada Senin (29/12/2025). Muhammad Wafi, analis dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), menjelaskan bahwa ENRG berhasil rebound dari support MA 20 sekaligus support bullish channel-nya, menciptakan level higher high yang menandakan momentum positif. Dengan indikator RSI di angka 65 dan MACD Histo -4, saham ENRG menunjukkan potensi menarik untuk perdagangan berikutnya. Saham ENRG direkomendasikan dengan status Buy.
Pasar Derivatif Tumbuh Subur, Begini Strategi BEI dan Anggota Bursa
Investor dapat memperhatikan level support di Rp 1.500 dan resistance di Rp 1.650 sebagai acuan untuk strategi perdagangan.




