
BANYU POS JAKARTA. Pergerakan harga saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menjadi sorotan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (6/1/2026). Saham emiten jasa konstruksi ini sempat melesat signifikan hingga 12,31% mencapai level Rp 292. Meskipun demikian, hingga penutupan perdagangan pukul 15.09 WIB, kenaikannya sedikit terkoreksi menjadi 7,69% di level Rp 280 per saham.
Lonjakan harga saham KOKA ini tak lepas dari respons pasar terhadap rencana strategis akuisisi. Ningbo Lixing Enterprise Management Co., Ltd. (NLEM) berencana mengakuisisi 63,5% saham KOKA yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Proses akuisisi ini, menurut manajemen KOKA dalam keterbukaan informasi di BEI pada 5 Januari 2026, masih terus berjalan dengan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia, khususnya di bidang pasar modal.
Kendati demikian, dalam publik ekspose yang diadakan pada Rabu, 24 Desember (2025), KOKA mengungkapkan bahwa pihaknya belum memperoleh persetujuan resmi dari BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perubahan pengendalian perusahaan. Proses ini menjadi tahapan krusial yang harus diselesaikan untuk meresmikan akuisisi tersebut.
Meski belum ada rencana ekspansi besar dalam waktu dekat, KOKA dan Ningbo Lixing Enterprise Management (NLEM) telah menyepakati fokus pengembangan bisnis usaha yang ada saat ini di sektor jasa konstruksi. Sinergi awal telah terlihat di mana NLEM secara proaktif membantu KOKA dalam mengamankan kontrak-kontrak baru untuk proyek konstruksi. Harapannya, setelah proses akuisisi rampung, kolaborasi antara kedua belah pihak akan semakin erat untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, termasuk perolehan kontrak-kontrak baru.
Lebih lanjut, KOKA menjelaskan bahwa pasca-akuisisi, perusahaan bersama NLEM tengah menyusun berbagai rencana strategis lainnya. Salah satunya adalah partisipasi dalam proses tender proyek-proyek konstruksi yang akan dimulai di Indonesia pada tahun 2026, membuka peluang pertumbuhan signifikan di masa depan.
Penting untuk dicatat bahwa proses akuisisi oleh Ningbo Lixing Enterprise Management Co. Ltd saat ini baru sebatas penandatanganan dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang bersifat non-legally binding. Hal ini berarti proses lanjutan masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dan belum sepenuhnya final.
Manajemen KOKA menegaskan bahwa pembahasan antara KOKA dan NLEM masih berlangsung. Pihaknya berjanji akan segera melakukan keterbukaan informasi kepada publik apabila proses akuisisi telah selesai dan terjadi perubahan komposisi pemegang saham yang signifikan. Sesuai dengan keterbukaan informasi KOKA pada 16 September 2025, setelah resmi menjadi pemegang saham dan pengendali baru, Ningbo Lixing akan melaksanakan tender offer sesuai dengan peraturan yang berlaku di pasar modal.




