
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten pengelola jaringan ritel modern Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), terus menunjukkan ambisi kuat untuk memperluas jangkauan bisnisnya. Perusahaan menargetkan pembukaan sekitar 800 gerai Alfamart baru hingga tahun 2026. Ekspansi ini tidak hanya berfokus pada penambahan fisik gerai, tetapi juga akselerasi penguatan layanan omnichannel, dengan menjadikan wilayah di luar Pulau Jawa sebagai prioritas utama.
Seiring dengan rencana ekspansif tersebut, AMRT memproyeksikan pendapatan perusahaan akan tumbuh pada kisaran high single digit di tahun 2026. Prospek positif ini didukung oleh keyakinan manajemen terhadap tren industri ritel ke depan.
General Manajer Corporate Communications AMRT, Rani Wijaya, menyampaikan optimisme bahwa industri ritel pada tahun 2026 akan tetap berada dalam tren yang menguntungkan. Perkembangan pesat layanan digital, ditambah dengan pergeseran perilaku belanja konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan dan efisiensi, membuka peluang besar bagi strategi layanan omnichannel perusahaan.
Sumber Alfaria (AMRT) Targetkan Pembukaan 800 Gerai Alfamart pada Tahun 2026
Rani menjelaskan, adaptasi terhadap pemanfaatan layanan digital menjadi kunci untuk mengoptimalkan layanan omnichannel yang semakin terintegrasi dan terkustomisasi, guna memenuhi kebutuhan konsumen modern. “Preferensi konsumen yang semakin mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam berbelanja juga menjadi dorongan positif dalam penguatan strategi layanan perusahaan,” ujar Rani kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).
Di tengah dinamika pasar yang terus berubah dan ketidakpastian global, AMRT tetap menempatkan kehati-hatian sebagai prioritas. Rani menegaskan bahwa perseroan akan terus mengedepankan optimalisasi operasional agar tetap adaptif dan berdaya saing tinggi di tengah berbagai tantangan perubahan pasar.
AMRT Chart by TradingView
Prospek dan Rekomendasi Saham AMRT
Melihat target pertumbuhan yang ambisius ini, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, berpandangan bahwa target pendapatan di kisaran high single digit dan rencana pembukaan 800 gerai baru masih tergolong realistis. Menurut Azis, langkah strategis AMRT untuk memperluas cakupan ke luar Pulau Jawa adalah keputusan yang tepat, mengingat tingkat penetrasi ritel modern di wilayah tersebut masih relatif rendah dan menyimpan potensi pertumbuhan yang besar.
Alfamart (AMRT) Ekspansif Buka Gerai, Analis Ingatkan Risiko Pelemahan Konsumsi
Model bisnis AMRT dinilai telah matang dan terbukti solid. Penerapan strategi omnichannel juga diyakini mampu menopang laju pertumbuhan tanpa harus menggerus profitabilitas perusahaan. “Sentimen positif datang dari kebijakan fiskal pro-konsumsi, stabilisasi harga pangan, momentum musiman yang mendekati Lebaran, serta kontribusi gerai baru dan efisiensi operasional,” kata Azis kepada Kontan, Jumat (9/1/2026).
Namun demikian, AMRT tidak luput dari sejumlah tantangan yang perlu dicermati. Potensi pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan biaya operasional seperti upah dan logistik, ketatnya persaingan di sektor ritel, serta risiko tekanan marjin, menjadi beberapa faktor yang harus diantisipasi oleh manajemen.
Senada dengan Azis, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai target ekspansi AMRT sangat realistis dan sejalan dengan kapasitas historis perusahaan. Fokus ekspansi ke luar Pulau Jawa juga dinilai tepat karena pasar ritel di Pulau Jawa mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan.
“Meskipun ada tantangan biaya logistik di awal, potensi pertumbuhan omzet Same-Store Sales Growth (SSSG) luar Jawa jauh lebih besar dengan kompetisi yang belum sepadat Jawa,” jelas Wafi kepada Kontan, Jumat (9/1/2026). Ke depan, tantangan utama AMRT diperkirakan berasal dari inflasi biaya operasional dan persaingan ketat dengan warung modern. Namun demikian, Wafi memproyeksikan kinerja AMRT pada tahun 2026 akan didukung oleh optimalisasi produk private label yang menawarkan marjin laba lebih tebal, serta peningkatan fee-based income dari layanan digital.
Rekomendasi Saham
Secara teknikal, Azis melihat pergerakan saham AMRT saat ini masih dalam fase konsolidasi, namun memiliki peluang untuk menguat seiring perbaikan sentimen konsumsi. Ia merekomendasikan buy saham AMRT dengan target harga Rp 2.100, didukung prospek pemulihan konsumsi dan strategi ekspansi yang konsisten. Sementara itu, Wafi juga menyarankan buy saham AMRT dengan target harga lebih tinggi, yaitu Rp 2.500 per saham.




