Harga emas bullish, Merdeka Copper (MDKA) fokus efisiensi dan optimalisasi tambang

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Optimisme menyelimuti prospek PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) seiring tren harga emas yang masih bergerak dalam fase bullish. Kondisi ini menjadi sentimen positif yang kuat bagi performa perusahaan ke depan. Beberapa analis global bahkan memproyeksikan harga komoditas emas berpeluang melesat signifikan dalam beberapa tahun mendatang, menarik perhatian para pelaku pasar dan investor.

Advertisements

Tom Malik, General Manager Corporate Communication MDKA, mengungkapkan bahwa lembaga keuangan global terkemuka seperti Morgan Stanley dan Bank of America memprediksi harga emas dapat mencapai puncaknya hingga US$ 4.800 per ons pada tahun 2026. “Harga emas yang masih bullish tentunya berdampak positif terhadap kinerja perseroan,” ujar Tom kepada Kontan pada Senin (12/1/2026), menegaskan keyakinan manajemen terhadap potensi pertumbuhan ini.

Maybank: Merdeka Copper (MDKA) Bisa Cetak Untung Tahun Depan Berkat Proyek Emas Pani

Meskipun demikian, Tom menjelaskan bahwa sebagai perusahaan tambang, MDKA berada pada posisi sebagai price taker. Artinya, harga komoditas emas sepenuhnya ditentukan oleh dinamika pasokan dan permintaan di pasar global, serta dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dan ekonomi dunia yang kerap diwarnai ketidakpastian. Dalam situasi penuh gejolak tersebut, emas sering kali dipandang sebagai instrumen safe haven yang dicari investor untuk melindungi nilai aset mereka.

Advertisements

Di sisi operasional, MDKA tidak dapat serta-merta meningkatkan volume produksi seiring dengan kenaikan harga emas global. Target produksi perusahaan telah ditetapkan berdasarkan rencana penambangan bijih yang terperinci, kadar kandungan mineral per ton bijih, serta Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) yang telah disetujui secara resmi oleh pemerintah. Proses yang terstruktur ini memastikan keberlanjutan dan kepatuhan dalam kegiatan penambangan.

Guna menjaga stabilitas kinerja dan profitabilitas, Grup Merdeka terus mengoptimalkan seluruh kegiatan penambangan. Selain itu, upaya efisiensi biaya produksi juga digalakkan secara berkelanjutan. Langkah-langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan margin usaha perusahaan di tengah fluktuasi pasar komoditas.

Sementara itu, dari aspek pengembangan aset, produksi emas Grup Merdeka akan semakin diperkuat secara signifikan dengan hadirnya Tambang Emas Pani. Proyek strategis ini dikelola oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (EMAS) dan ditargetkan akan memulai produksi perdananya pada kuartal I-2026. Perkembangan proyek Tambang Emas Pani hingga kini masih berjalan sesuai rencana, memberikan prospek cerah bagi pertumbuhan produksi emas Grup Merdeka.

Dengan demikian, pada tahun 2026, produksi emas Grup Merdeka akan ditopang oleh dua tambang utama yang krusial: Tambang Emas Tujuh Bukit yang berada di bawah naungan MDKA, serta Tambang Emas Pani yang dikelola oleh EMAS. Dalam waktu dekat, manajemen MDKA dan EMAS akan segera mengumumkan target produksi emas secara terperinci untuk tahun 2026, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang prospek kinerja mendatang.

Merdeka Copper (MDKA) Raup Pendapatan US$ 1,28 Miliar, Ini Rekomendasi Sahamnya

Berdasarkan catatan Kontan, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 22,18% secara year on year (yoy) menjadi US$ 1,28 miliar per kuartal III-2025. Kendati masih membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 34,76 juta, angka kerugian ini menyusut signifikan sebesar 48,13% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan perbaikan efisiensi operasional.

Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) telah lebih dahulu mengumumkan hasil kinerja keuangannya. Pendapatan EMAS tergerus tajam hingga 93,52% yoy menjadi hanya US$ 113.437 per kuartal III-2025. Pada periode yang sama, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk EMAS membengkak drastis sebesar 158,77% yoy, mencapai US$ 22,28 juta, mencerminkan tantangan yang dihadapi entitas ini.

Advertisements

Also Read

Tags