BANYU POS – – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) era Presiden Prabowo Subianto secara perdana menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Maret 2026 melalui press release atau siaran pers.
Padahal biasanya, realisasi APBN secara rutin disampaikan melalui konferensi pers secara langsung di Gedung Djuanda I Lantai Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
“Kinerja APBN KiTa hingga 31 Maret 2026 hadir dalam format siaran pers dan slide paparan yang dimuat dalam website Kemenkeu,” tulis Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) kepada awak media, Kamis (30/4) malam.
Istri Nadiem Makarim Merasa Dikriminalisasi, Soroti Ketidakpastian Hukum
Dalam pengumuman itu, Kemenkeu juga menyebut bahwa kinerja APBN KiTa hingga 31 Maret 2026 di tengah dinamika situasi geopolitik global yang penuh tantangan, hingga Triwulan I 2026 tetap resilien.
Disebutkan bahwa sepanjang Maret 2026, pendapatan negara tumbuh, belanja ekspansif, serta defisit dan pembiayaan terkendali.
Bahkan disebut, APBN terus hadir menjaga daya tahan ekonomi nasional. mendukung masyarakat, serta memastikan agenda pembangunan berjalan konsisten.
Sebelum akhirnya realisasi APBN KiTa dirilis secara tertulis, Kemenkeu telah membatalkan konferensi pers yang seharusnya dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026 pada pukul 13.30 WIB.
Namun kemudian, pagi harinya Biro KLI mengumumkan bahwa konferensi pers APBN KiTa dibatalkan dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh awak media.
“KONFERENSI PERS APBN KITA: 29 April 2026 pukul 13.30 wib dibatalkan. Mohon maaf sebesar2nya 🙏,” tulis Biro KLI.
Kendati begitu, pihak Kemenkeu enggan mengungkap alasan di balik pembatalan acara konferensi pers itu. Saat ditanya oleh awak media, Biro KLI pun bungkam dan tak memberi alasan secara rinci.




