Jakarta, IDN Times – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini, terhitung dari 19 hingga 23 Januari 2026, ditutup dengan koreksi yang signifikan. Meskipun demikian, pasar modal Indonesia sempat mencetak sejarah baru dengan mencapai level All Time High (ATH) atau tertinggi sepanjang masa pada awal pekan perdagangan.
Kondisi pasar yang bervariasi ini diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad. Ia menjelaskan bahwa IHSG mencatatkan penurunan sebesar 1,37 persen, menutup perdagangan pada level 8.951,010. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 9.075,406.
Koreksi yang terjadi pada akhir pekan tidak mengurangi catatan impresif IHSG. Pada Selasa (20/1), Indeks Harga Saham Gabungan berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, ditutup di level 9.134,7. Namun, seiring dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar BEI turut mengalami penyusutan. Tercatat, kapitalisasi pasar menyusut sebesar 1,62 persen, dari Rp16.512 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp16.244 triliun.
Di tengah fluktuasi indeks dan penurunan kapitalisasi pasar, aktivitas perdagangan saham menunjukkan dinamika yang menarik. Rata-rata volume transaksi harian Bursa justru mencatatkan peningkatan tertinggi pada pekan ini. Tercatat, rata-rata volume mencapai 65,73 miliar lembar saham, melonjak 9,32 persen dari 60,13 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Sejalan dengan itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI juga mengalami kenaikan 3,59 persen, mencapai Rp33,85 triliun dari Rp32,67 triliun.
Kendati volume dan nilai transaksi harian meningkat, rata-rata frekuensi transaksi harian sedikit menurun. Tercatat penurunan 1,37 persen menjadi 3,75 juta kali transaksi, dibandingkan dengan 3,86 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Peran investor asing juga menjadi sorotan dalam dinamika pasar pekan ini. Pada penutupan perdagangan Jumat (23/1), investor asing membukukan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp756 miliar. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026 ini, nilai beli bersih investor asing telah mencapai Rp4,05 triliun. Meskipun demikian, total nilai beli bersih tahun berjalan ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan nilai beli bersih yang mencapai Rp7,3 triliun pada pekan sebelumnya.




