IHSG sepekan terkoreksi 1,37 persen, kapitalisasi pasar Rp 16.244 T

Hikma Lia

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sepanjang pekan perdagangan 19-23 Januari 2026. Indeks acuan pasar saham Indonesia ini menutup pekan pada level 8.951,010, merosot 1,37 persen dari posisi 9.075,406 pada pekan sebelumnya. Penurunan ini menandai pergerakan korektif pada kinerja bursa di awal tahun.

Advertisements

Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga terkoreksi. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun 1,62 persen, menjadi Rp 16.244 triliun dari Rp 16.512 triliun pada sepekan sebelumnya. Angka ini mencerminkan penyusutan nilai keseluruhan saham yang diperdagangkan.

Meskipun terjadi koreksi pada indeks dan kapitalisasi pasar, aktivitas transaksi harian di BEI menunjukkan dinamika yang bervariasi. Kautsar menyampaikan, “Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 2,66 persen menjadi 3,75 juta kali transaksi, dari 3,86 juta kali transaksi pada pekan lalu.” Hal ini mengindikasikan adanya sedikit penurunan dalam jumlah kali transaksi yang terjadi.

Menariknya, di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian BEI justru mengalami peningkatan. Nilainya naik sebesar 3,59 persen menjadi Rp 33,85 triliun, dari Rp 32,67 triliun pada pekan sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa, meskipun frekuensi transaksi sedikit menurun, total nilai uang yang diperdagangkan di pasar saham justru bertumbuh.

Advertisements

Lebih lanjut, Kautsar menambahkan bahwa rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini juga mencatat kenaikan signifikan. “Rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini yaitu sebesar 9,32 persen menjadi 65,73 miliar lembar saham, dari 60,13 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujarnya. Kenaikan volume transaksi ini mengindikasikan adanya peningkatan minat beli atau jual saham dalam jumlah besar, bahkan di tengah tekanan pasar.

Di tengah gejolak pasar yang terjadi, investor asing menunjukkan kepercayaan terhadap prospek pasar saham Indonesia. Pada hari terakhir pekan laporan, mereka mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 759 miliar. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026 ini, total aliran modal asing yang masuk ke BEI melalui pembelian saham telah mencapai Rp 4,05 triliun, menegaskan perannya dalam menjaga likuiditas pasar.

Advertisements

Also Read

Tags